Dinas Kesehatan Aceh menjelaskan, kasus kematian akibat difteri biasanya terjadi karena obstruksi atau sumbatan jalan napas karena tertutup selaput putih keabu-abuan, kerusakan otot pembungkus jantung, serta kelainan susunan saraf pusat dan ginjal. Penyakit difteri juga bisa menimbulkan berbagai komplikasi.
Bakteri penyebab difteri menghasilkan racun yang bisa merusak jaringan di hidung dan tenggorokan, hingga menyumbat saluran pernapasan. Racun tersebut juga bisa menyebar melalui aliran darah dan menyerang berbagai organ.
“Berdasarkan penelitian sebelumnya, komplikasi difteri terjadi pada 26 dari 71 penderita difteri atau 36,6 persen,” sebut Kepala Dinkes Aceh Utara, Amir Syarifuddin, SKM.
Adapun komplikasi yang dapat terjadi antara akibat difteri menurut Kementerian Kesehatan yakni:
- Radang otot jantung (miokarditis).
- Pneumonia atau infeksi paru-paru.
- Gagal ginjal
- Kerusakan saraf
- Kelumpuhan
PENYEBAB DAN FAKTOR RISIKO DIFTERI
Dikutip dari laman Kemenkes, penyebab utama difteri adalah infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae. Bakteri ini paling sering menginfeksi bagian hidung dan tenggorokan.
Setelah menginfeksi, bakteri melepaskan zat berbahaya yang disebut racun yang kemudian menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan lapisan abu-abu tebal. Lapisan ini umumnya terbentuk di area hidung, tenggorokan, lidah dan saluran udara.







