“Pak Edy, saya tanya pelayanan kesehatan. Bagaimana masyarakat butuh pelayanan kesehatan bisa gratis, di Medan ada UHC (Universal Health Coverage). Kami hitung-hitung anggaran Provinsi Sumut ini bisa UHC tapi kenapa di masa Bapak lebih milih untuk beli eks Medan Club yang harga 400 miliar lebih? Sedangkan masyarakat kita berobat belum bisa menggunakan KTP, belum bisa gratis,” kata Bobby di Hotel Mercure, Medan.
UHC merupakan program andalan Bobby saat menjabat Wali Kota Medan. UHC, seperti katanya, yakni warga bisa berobat gratis asal menunjukkan KTP dan domisili Medan.
Sementara itu, lahan eks Medan Club yang disinggung Bobby adalah lahan yang terletak di Jalan Kartini Medan, yang sudah dibeli oleh Edy. Di sana dibangun kantor satu atap untuk pelayanan masyarakat. Jadi ada perluasan kantor gubernur.
Menanggapi Bobby, Edy awalnya menyinggung soal singkatan. Edy mempertanyakan, mengapa Bobby tak memperpanjang singkatan UHC, sebagai aturan debat.
“Tadi sudah disampaikan kalau ada singkatan menjelaskan singkatannya. UHC ini yang dibangga-banggakan KTP dengan KTP bisa berobat. Bukan itu persoalannya, itu adalah penerapan nasional untuk mengatasi BPJS yang belum selesaikan masalah,” tutur Edy.
Menurut Edy, BPJS yang menggunakan APBN saja belum bisa menjadi jawaban untuk memudahkan masyarakat berobat. Apalagi dengan UHC yang anggarannya hanya setingkat kota.
“Jangan bohongi rakyat. Persoalannya RS tak ada obatnya,” imbuh Edy.
“Itu yang harus kita diskusikan bagaimana caranya sehingga pelayanan kesehatan bisa kita atasi dari mulai infrastruktur kesehatan. Jangan disinggung Medan Club. Medan club itu bonusnya Sumut,” ujarnya.

Dekat Kantor Bupati Asahan Banyak Lubang
Suasana panas saat Hasan Basri mempertanyakan soal jalan rusak di Kabupaten Asahan. Surya adalah Bupati Asahan nonaktif, sebelum maju di Pilkada Sumut.
Jalan berlubang yang disinggung adalah jalan yang berjarak sekitar 4 kilometer dari kantor Surya.
“Pak Surya saya kemarin dari Asahan, masyarakat di Asahan tanya ke kami, terkait dengan problem dekat dengan kantor bupati, 4 kilometer, jalan rusak banyak lubang,” kata Hasan.
“Sementara masyarakat menuju ke SMA di sana bisa baik tidak kena banjir dan kotor pakaian,” sambungnya.
Lalu, Surya pun menjawab. Katanya, jalan tersebut memang tanggung jawabnya. Tapi menurutnya, seharusnya gubernur juga berkoordinasi untuk perbaikan. Edy merupakan Gubernur Sumut periode 2018-2023 yang berpasangan dengan Hasan.
“Jalan di Asahan, saya pikir, saya pikir, jalan enggak hanya di Asahan tapi masih ada yang rusak,” kata Surya yang berpasangan dengan Bobby Nasution.
“Di Kabupaten Asahan ada jalan provinsi, ada jalan jalan negara, dan provinsi namanya tanggung jawab negara, gubernur mana. Kalau jalan provinsi gubernur, negara pusat memang,” kata dia.
Debat semakin memanas, Hasan kembali membahas soal jalan rusak yang hanya berjarak 4 kilometer dari kantor Surya itu.
“Saya terus terang itu desa saya ukur ke kantor bapak itu 4 kilometer dan itu adalah jalan kabupaten kota itu gotong royong saya ajak santri sama-sama membenahi demi apa? Demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya. (zas/re)







