DAERAH  

Tebing Tinggi Darurat Banjir: 30 Kelurahan Terendam, Jalur Utama Ditutup Polisi

IMG 20251128 WA0279

FORUM TEBING TINGGI | Hujan tanpa jeda selama 48 jam menggulung Kota Tebing Tinggi hingga kembali pada memori kelam 2001. Data BPBD mencatat lima kecamatan dengan 30 dari 35 kelurahan terendam, lebih dari 5 ribu rumah digenangi air, dan sekitar 15 ribu jiwa terdampak. Debit tiga sungai besar, Sei Padang, Bahilang, dan Sibarau juga melonjak tajam, Kota seketika berubah menjadi genangan besar, sementara air tak kunjung surut.

Sebuah sumber terpercaya di kantor BPBD melaporkan, pihaknya tengah menyiapkan sekitar 18 ribu nasi bungkus untuk didistribusikan kepada warga yang terdampak. Pejabat di badan tersebut mengakui bahwa banjir kali ini merupakan bencana terbilang besar setelah kurun waktu 2 tahun terakhir, dengan titik genangan yang lebih luas dan durasi surut yang tak menentu.

Di sejumlah kawasan, warga mulai kelelahan menunggu air surut. “Lama kali surut airnya, bakal begadang lagilah ini,” keluh seorang warga Lingkungan 03, Kelurahan Mandailing, yang rumahnya belum tersentuh surut hingga Jumat (28/11/2025) petang. Hujan rinai masih terus turun, langit memutih, dan tak ada tanda pelonggaran cuaca.

IMG 20251128 WA0280

Polantas Tutup Jalan Utama Kota

Kondisi genangan yang makin tinggi memaksa Satlantas Polres Tebing Tinggi melakukan penutupan jalur utama di pusat kota. Langkah ini diambil untuk mencegah keselamatan pengguna jalan dan mengurai kepadatan kendaraan yang terjebak banjir.

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi, AKP Nanang Kusumo, SE, memimpin langsung pengalihan arus lalu lintas. Personel dikerahkan ke sejumlah titik terdampak, memasang barier, dan memberikan imbauan keselamatan kepada pengendara.

Rekayasa arus terpaksa diberlakukan: Pengendara menuju Pematang Siantar dialihkan ke Jalan Imam Bonjol, Sementara kendaraan dari Pematang Siantar menuju Medan diarahkan masuk Tol Dolok Merawan, menghindari jalur arteri yang mengarah ke pusat kota.

Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar memilih jalur alternatif dan mengutamakan keselamatan, mengingat hujan gerimis masih terus membasahi kawasan kota. (MET)