FORUM MEDAN | Keberhasilan para atlet Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumut meraih tiga medali emas dan lima perak diajang PON XX Papua 2021 kemarin, tak lain sebagai bentuk pbupenghargaan pada almarhum H T Mahmud Jeffry.
Sebab sebelum keberangkatan menuju Papua, HT Mahmud Jeffry selaku ketua umum PASI Sumut, HT Mahmud Jeffry terlebih dahulu berpulang dipanggil yang maha kuasa untuk selama-lamaya.
“Jelas dengan kepergian almarhum untuk selama-lamanya, sempat membuat para pengurus dan atlet sock, tapi untunglah para atlet yang dipersiapkan sebanyak tujuh orang dan pelatih mampu melakukan tugasnya dengan baik,” kata Sekum PASI Sumut, Drs Suharjo MPd di ruang kerjanya, Kamis (28/10/2021).
Dikatakan, keberhasilan yang diraih anak-anak dengan tiga medali emas dan lima perak akan dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan mengingat sudah banyaknya sumbangsih almarhum untuk kemajuan cabor atletik daerah ini.
Sementara itu tiga medali emas diraih, Agustina Mardika Damanik dua emas dari nomor lari 1.500 meter putri finish tercepat dengan waktu 4:28,98 detik. Dan nomor 800 meter lari putri dengan catatan waktu 2 menit 8, 91 detik serta Abdul Hafiz meraih emas dari nomor lempar lembing dengan catatan lemparan sejauh 71,03 meter. Lemparan atlet asal Binjai itu memecahkan rekor PON atas nama Agustinus Mahuse (68.81 m).
Sedangkan lima medali perak diperoleh, Welman D Pasaribu dari nomor marathon dengan catatan waktu 2 jam 33 menit, 10 detik. M Akhiruddin lari gawang 400 meter putra, dengan catatan waktu 51,76 detik.
Nurairun Perangin-angin lari gawang 400 meter putri, dengan catatan waktu 62,67 detik.
Dan Hardodi Sihombing meraih medali perak dari nomor lempar cakram putra dengan catatan lemparan terbaik 49,70 meter. Serta Syafwan mendapat perak dari nomor lompat jauh dengan catatan 7.34 m.
Keberhasilan itu menurut Harjo, merupakan kerja keras para pengurus dalam melakukan pembinaan dan keseriusan para atlet berlatih, sehingga bisa menjadi contoh positif bagi regenerasi atlet PASI daerah ini kedepan.
Adapun program kedepan, akhir tahun 2021 PASI Sumut akan melakukan penataran juri serta pada tahun 2023 juga digelar kembali penataran juri sebagai program jangka panjang guna menyambut PON XXI Sumut-Aceh 2024 mendatang selain pembinaan terhadap atlet. Artinya PASI Sumut ingin memanfaatkan tenaga lokal.
“Seperti di Papua kemarin, juri sangat banyak, sehingga sudah pasti memakai biaya cukup banyak. Ya untuk PON Sumut-Aceh, kita akan memakai tenaga lokal walau juri dari luar tetap dipakai, tapi tak sebanyak seperti di PON kemarin,” ucapnya serius.
Sementara mengenai pembinaan atlet, pihaknya takkan berhenti dan terus dilakukan mengingat KONI Sumut juga sudah mencanangkan program jangka panjang terhadap atlet-atlet semua cabor termasuk atletik yang dipersiapkan menghadapi PON Sumut-Aceh.
Menurut Harjo, pihaknya tak melupakan peran serta para atlet yang berlaga di PON Papua selain menyiapkan regenerasi.
“Makanya akan dilihat lagi, apakah beberapa atlet tersebut masih bisa dipertahankan atau tidak selain atlet masa depan terus dipersiapkan,” ujarnya.
Adapun harapan dari PASI Sumut, para atletnya yang meraih prestasi agar dapat diperhatikan oleh pemerintah Sumarera Utara dengan memberikan lapangan pekerjaan seperti ANS dan ssbagainya.
“Memang sudah ada tiga nama di tangan Sekdisporasu, Hj Dahliana untuk dijadikan ASN, dan kalau bisa haruslah disegerakan agar para atlet semangatnya setelah meraih prestasi tak berkurang,” tambah Harjo serius.
Selain itu pihaknya saat ini sedang mencari bapak angkat setelah tiadanya HT Mahmud Jeffry agar PASI Sumut lebih eksis dalam menjalankan program setiap tahunnya dan program jangka panjang KONI Sumut.
“Makanya kita saat ini sedang mencari bapak angkat guna mensuport semua kegiatan pengrov. Ya kembali lagi kita berharap pada Bank Sumut menjadi pembina seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Harjo mengakhiri. (kesuma)







