FORUM ACEH | Postur tubuhnya langsing, umurnya terbilang masih muda, namun tidak membuat tekad dan nawaitunya kendor untuk bisa mengemban amanah, guna mensejahterakan warga di Kampung Buket Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang.
Sosok yang memilik keinginan tulus itu tidak lain adalah Raja Isa Hanafie. Pria berusia 31 tahun, warga Bukit Rata, kelahiran Medan, 02 Desember 1989 itu, berkeinginan menuangkan seluruh jiwa dan raganya untuk mengabdi bersama warga setempat membangun kemajuan Kampung halaman tercinta, yang lebih baik untuk kedepannya.
Bahkan ia juga ingin sekali membantu kaum yang lemah dan mensejahtrakan warga ditempat kelahiranya, bila ia diberi kepercayaan amanah menjadi Datuk Penghulu (sebutan kepala desa di Aceh Tamiang) Kampung Buket Rata, oleh seluruh warga dikampungnya, pada pelaksanaan Pemilihan Datuk Penghulu Kampung Bukit Rata, yang akan digelar tanggal 15 Juli 2021 mendatang.

Raja Isa Hanafie bersama istri dan kedua putrinya.
“Menjadi Datuk Penghulu, itu sama halnya seperti menjadi Raja, karena telah dipilih untuk menjadi pemimpin di sebuah kampung. Namun sebagai Raja, jangan minta dilayani, tapi harus bisa selalu melayani keingina dan harapan warga yang telah memberi amanah kepada sang Raja. Dan Insya Allah, saya bisa untuk selalu melayani apa yang menjadi keinginan warga bila diberi amanah,” kata Raja Isa Hanafie, saat bincang – bincang kepada Forum Keadilan, kemarin, dikediamannya.
Putra pertama dari pasangan alm. Abdul rahman (Seman) dan Purnawirawan IPDA Hj. Jamilah itu menuturkan, bahwa banyak program pembangunan yang bisa diciptakan untuk kemajuan kampung dan mensejahtrakan warga Bukit Rata kearah yang lebih baik kedepannya. Seperti halnya kalangan kaum muda mudi yang ada dikampungnya itu, menurut Raja Isa, kalangan tersebut bisa diperdayakan dengan memberikan kegiatan – kegiatan postif dan kreatif untuk mereka bisa mendapatan penghasilan tambahan guna membantu ekonomi keluarganya.
Suami yang menikahi Arini Ariska pada Februari 2012 silam, dan dikaruniai dua anak, yakni Ratu Sakirah Rahman dan Raisa Ramadhani itu menambahkan, kalangan muda mudi di kampung tersebut tidak semuanya mendapatkan lapangan kerja diluaran sana. Sehingga dengan bisa menciptakan kegiatan postif dan kreatif seperti beternak hewan, menggalakan bercocok tanam disektor pertanian, serta kerajinan tangan, tentu bisa menghasilkan pendapatan ekonomi buat warga dikampungnya itu.
“Inilah salah satu bentuk untuk kita ciptakan kegiatan guna mensejahterakan warga. Pemerintahan Kampung setiap tahunnya kan punya Alokasi Dana Desa (ADD), bila bisa dana itu dipergunakan untuk kegiatan postif itu, ya mengapa tidak bisa dilakukan. Yang penting masyarakat bisa merasakan manfaat dari ADD itu,” ujar pria yang menyelesaikan pendidikan otomotif itu penuh optimis.

Raja Isa Hanafie saat kumpul bersama kalangan pemuda di kampungnya, selalu mengingatkan para pemuda untuk menjauhi Narkoba.
Untuk kalangan orang tua di Kampung Bukit Rata, sambung Isa, dirinya akan memperdayakan kalangan itu dikegiatan religi keagamaan, yang nantinya bisa mengajak warga lainnya untuk bersama – sama menciptakan suasana Islami dan memakmurkan mesjid dalam bingkai pelaksanaan Qanun Syariat Islam di Aceh Tamiang. Begitu juga bila ada bantuan, baik baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, maupun bantuan dari Pemerintah Pusat Jakarta, untuk warga tidak mampu, tentu harus disalurkan kepada yang berhak menerima secara transparan.
Ingin Ikuti Jejak Datuk Kesehatan
Disejumlah Kampung di Aceh Tamiang, ada kampung yang Datuk Penghulu-nya benar – benar tulus dalam bekerja untuk warganya. Selain sosok Datuk-nya juga dermawan, program secara transparan yang diciptakan oleh Datuk tersebut sangat menyetuh kepentingan seluruh warganya, sehingga dalam mensejahtrakan warga terus diupayakan. Bahkan suasan religi kental pun tercipta dikampung itu. Dan itu terjadi di Kampung Kesehatan, Kecamatan Karang Baru.
“Nama Datuk Penghulu Kesehatan itu, Syariful Alam, dan saya ingin sekali mengikuti jejek kinerja beliau yang tulus dalam bekerja, transparan, amanah, melayani setiap harapan warganya, dan bisa kesejahteraan warganya. Insya Allah, saya bisa lakukan hal itu untuk warga di Kampung Bukit Rata. Bagi saya, bisa mensejahtrakan warga, itu juga merupakan ibadah,” ungkap Isha sembari mengatakan, bila dirinya dipercaya mempimpin Kampung Bukit Rata, dirinya pasti amanah karena sudah dipilih menjadi datok oleh warga. (Sutrisno)










