FORUM ACEH | Pemerintahan Kampung Mesjid Sungai Yu, Kecamatan Bandahara, Aceh Tamiang, yang dipimpin oleh Datok Penghulu setempat, Syaiful Syaputra, terus menggalakan gerakan gotong royong rutin untuk membersihkan sejumlah tempat dikampung itu pada setiap hari Jumat.
“Disetiap Jumat barokah, gerakan gotong royong ini terus dilakukan oleh masyarakat di Kampung Mesjid Sungai Yu, dengan membersihkan seluruh saluran air (dranase) karena banyaknya sampah yang menumpuk. Gotong royong tersebut diberi nama Gerakan Kampung Bersih (GKB) ” kata Datok Penghulu setempat, Syaiful Syahputra kepada media ini, Jumat (9/7).
Selain dranase yang dibersihkan, tambah Syaiful, parit – parit yang rerumputan yang tebal, halaman milik masyarakat yang menjadi semak belukar, juga dibersihkan, dengan menggunakan alat mesin pemotong rumput.
“Untuk membersihakan tembalnya rerumputan yang tumbuh menjadi semak belukar disejumlah tempat itu, harus menggunakan alat mesin pemotong rumput. Dan saya sudah membelikan mesin itu dengan uang pribadi saya, kemudian mesin itu saya serahkan kepada ketua GKB setmpat, Ahmad Wahi,” terang Datok, yang sering dipanggil Tok Keng itum
Yang jelas, lanjut Tok Keng, Gerakan Kampong Bersih (GKB) itu, bertujuan agar Kampung Mesjid Sungao Yu menjadi kampung yang bersih dan asri, sehingga masyarakat setempat maupun masyarkat luar bila berkunjung datang ke kampung itu bisa merasakan kenyaaman saat melihat kebersihan Kampung Mesjid Sungai Yu tersebut.
“Dengan geraka ini, saya berharap kepada masyarakat setempat maupun masyarakat luar yang berkunjung di Kampung Mesjid Sungai Yu, untuk tidak membuang sampah sembarangan. Mari bersama – sama kita menjaga kebersihan kampung, demi kenyamanan dan ke indahannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Kampung Bersih (GKB) Ahmad Wahi mengatakan, program gotong royong GKB tersebut telah berjalan sejak terpilihnya Syaiful Syahputra menjadi Datok Penghulu Kampung Mesjid Sungai Yu.
“Alhamdulillah, GKB ini dilakukan setiap hari Jumat barokah. Dan fasilias untuk mencapai program tersebut telah diberikan oleh pak Datok. Semoga kampung ini menjadi kampung percontohan dalam menjaga lingkungan yang bersih,” kata Ahmad Wahi mengakhiri. (Sutrisno).













