Atasi Stunting, Kadinkes Aceh Utara: “Perilaku Kekhawatiran Reaksi Imunisasi, Perlu Diubah Orang Tua Anak”

WhatsApp Image 2024 06 05 at 16.33.25
Pejabat (Pj) Bupati Aceh Utara Drs. Mahyuzar menyaksikan penandatanganan upaya bersama menurunkan stunting

FORUM ACEH UTARA |  Prevalensi balita penderita stunting di Kabupaten Aceh Utara sendiri berada pada angka 38,3 menurut lembaga Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) sehingga semua stackholder diminta pusatkan perhatian dalam mengatasi hal tersebut.

Hal itu, disampaikan pemateri dalam kegiatan Rembuk Stunting 2024 di aula Setdakab Aceh Utara, Jalan Medan – Banda Aceh Landing, Kecamatan Lhoksukon, Selasa (4/6/2024).

Tidak hanya berlaku untuk kalangan Dinas Kesehatan, namun juga peran para Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), SKPK, TKSK Dinas Sosial Aceh, Keusyiek setiap gampong, serta lintas pemangku kepentingan lainya di Aceh Utara.

Namun pihaknya juga tidak menafikan tangung jawab Dinkes terhadap masyarakat untuk terhindar dari stunting dengan cara melakukan imunisasi kepada balita, namun, dalam kegiatan tersebut, salah satu Kepala Puskesmas mengeluhkan kerap mendapat penolakan dari orang tua balita untuk imunisasi.

c9ed31c7 1d71 4d33 a4df 1b218beb769c
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Aceh Utara, Amir Syarifuddin SKM MM

Penolakan disebut, kerap terjadi dari orang tua lelaki (Bapak) si Anak, sehingga kata Kepala Puskesmas itu angka imunisasi di setiap daerah nyaris tidak tercapai, meskipun, pihaknya terus mengoptimalkan upaya agar bapak balita teredukasi dan imunisasi pun tercapai.

“Namun kami kewalahan, penolakan tetap saja terjadi, memang, kondisi geografis wilayah kerja kami dapat digolongkan berada pedalaman Aceh Utara,” kata Bachtiar Kepala Puskesmas di Kecamatan Paya Bakong tersebut.

Menagapi penyampaian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifudin menyebut, salah satu faktor timbul penolakan di lapangan terhadap Imunisasi karena Imunisasi menimbulkan reaksi, salah satu reaksi adalah menyebab anak menjadi demam.