FORUM TEBING TINGGI | Tiga program prioritas Presiden RI H. Prabowo Subianto — Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih (KMP), dan Sekolah Rakyat (SR) — terancam sekadar slogan di Kota Tebing Tinggi. Penyebabnya, Pemerintah Kota di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Iman Irdian Saragih, SE, diduga tidak menyiapkan satu rupiah pun dukungan anggaran dalam APBD 2025 untuk menopang suksesnya program tersebut.
Kondisi ini menuai kritik tajam dari anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, Kaharuddin Nasution (Gaban). Ia menilai, tanpa campur tangan dan dukungan nyata pemerintah daerah, mustahil program pusat berjalan optimal di tingkat kota.
“Pemerintah daerah harus sejalan dengan pemerintah pusat. Apapun program pusat, wajib didukung, bukan dibiarkan. Kalau tidak ada dukungan, artinya Pemko menutup mata,” tegas Kaharuddin, Rabu (13/8 /2025. )
Fakta di lapangan, menurut Kaharuddin, tidak ada alokasi APBD Kota Tebing Tinggi T.A. 2025 untuk kegiatan monitoring, evaluasi, maupun penyediaan sarana penunjang yang dibutuhkan MBG, KMP, dan SR. Padahal, ketiga program ini menyentuh langsung kepentingan rakyat, mulai dari gizi anak sekolah hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
Kritik ini menjadi alarm serius bagi Pemko Tebing Tinggi, yang selama ini kerap menggaungkan komitmen sinergi pusat-daerah. Ketika program unggulan presiden justru tak mendapat ruang dalam APBD, publik patut bertanya: apakah ini tanda ketidakselarasan politik, atau sekadar abai terhadap kebutuhan rakyat ?.
Hingga berita ini dikirim, tidak ada penjelasan resmi dari pihak Pemerintah Kota Tebing Tinggi. Wartawan media jejaring telah berupaya mengonfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada pejabat terkait, namun pesan tersebut belum ter-respon. (MET)







