FORUM LABUHANBATU – Ketua Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PD-GPA) Kabupaten Labuhanbatu, Irwansyah Sagala, mendesak Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menjadikan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 pada 17 Oktober 2026 sebagai ajang evaluasi pembangunan.
Irwansyah mengingatkan agar pemerintah daerah mengutamakan kebutuhan masyarakat dan program program sosial maupun pembangunan mendesak.
Menurutnya, tema HUT ke-81 Labuhanbatu, “Berkolaborasi untuk Mewujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersinar dalam Membangun Desa Menata Kota”, harus diwujudkan melalui kebijakan dan program konkret yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Hal ini harus diwujudkan melalui kebijakan dan program konkret yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka,” katanya, Kamis (15/10/2026).
Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat perlu dibuktikan melalui pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penyelesaian berbagai persoalan mendasar di daerah.
Irwansyah juga mendorong Bupati Labuhanbatu memaparkan capaian pembangunan secara transparan, termasuk mengakui pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Menurutnya, keterbukaan tersebut penting agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan pembangunan sekaligus mengawasi pelaksanaannya.
Sebagai langkah kolaborasi, ia mengusulkan forum dialog terbuka untuk ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasi, saran, dan kritik konstruktif kepada pemerintah daerah.
Dalam rangkaian peringatan HUT, Irwansyah juga meminta pemerintah memberikan apresiasi kepada pemuda berprestasi, petani, guru, tenaga kesehatan, dan pegiat lingkungan. Pelatihan digitalisasi bagi petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas peluang ekonomi masyarakat.
Ia berharap, bertambahnya usia Kabupaten Labuhanbatu menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Transformasi perayaan atau peringatan harus dibuktikan menjadi aksi nyata,” tegasnya. (re)







