FORUM STABAT | Persoalan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah (Kasek) SD dan SMP se-Kabupaten Langkat, kian meruncing. Baik Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) dan panitia penyelenggara diduga menjual nama Pelaksana tugas (Plt) Bupati Langkat H Syah Affandin SH. Pasalnya, dia sama sekali tak mengetahui tentang hal tersebut.
“Gak tau saya soal bimtek itu. Kapan dan di mana bimtek itu dilaksanakan. Jangan mereka (Dinas P dan P serta panita) menjual nama saya. Persolan ini nanti biar saya teruskan ke yang bersangkutan, biar mereka yang jawab,” tegas Syah Affandin dengan nada geram via panggilan selulernya, Senin (20/6) sore.
Dalam undangan dari panitia (LKIPD) yang diterima para kasek untuk mengikuti bimtek, dengan jelas tertera bahwa tembusan surat tersebut mengarah kepada Bupati Langkat. Namun di sisi lain, dengan tegas orang nomor satu di Negeri Bertuah itu membantahnya.
Sebelumnya, Kasek SD dan SMP se-Kabupaten Langkat mengeluh. Mereka mengaku dipaksa mengikuti bimtek di Haritage Resort Bukit Lawang mulai 6 Juni – 13 Juni 2022. Biayanya pun relatif besar. Mereka harus merogoh kocek Rp1,4 juta untuk mengikuti kegitan itu.
Menurut nara sumber, mereka diharuskan mengikuti Bimtek tersebut dengan dana pribadi. Dinas P dan P Kabupaten Langkat pun terkesan acuh. Para kasek tak boleh menggunakan dana bantuan oprasional sekolah (BOS). Dilema, mereka harus memutar otak untuk mengikuti ‘selera’ dinas.
“Dana BOS kan gak boleh digunakan untuk hal seperti itu. Orang dinas menyampaikan, kami harus pintar – pintar mencari dana untuk ikut bimtek itu. Gak mungkin juga kan kami pake uang pribadi. Saolnya, nilainya cukup besar menurut kami,” terang sumber sembari meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (20/6/2022) siang.







