HUKUM  

Dugaan Percaloan di Dukcapil Deliserdang, Diberi Uang Urusan Tidak Clear

Dukcapil DS

FORUM DELISERDANG | Proses percaloan diduga masih terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pemkab Deliserdang. Bukan hanya melibatkan pihak luar, aksi percaloan juga ditengarai melibatkan oknum staf di instansi itu.

Seperti baru-baru ini, seorang ibu yang mengurus administrasi kependudukan harus mengelus dada karena terkesan dibola-bola. Padahal, katanya, ia telah memberikan uang kepada staf Dinas Dukcapil untuk mengurus kartu keluarga (KK) yang akan digunakan dalam pengajuan kredit rumah. “Sudah empat bulan belum clear juga. Kalau ditelepon selalu banyak alasannya,” tutur ibu yang enggan menyebut namanya.

Ibu yang mengaku warga Desa Pasar Melintang itu, sudah menunggu sejak pagi di Dukcapil Deliserdang. Ia juga mengaku sudah berulang kali datang ke instansi itu, namun tidak selesai juga. “Kalau beliau (staf Dukcapil-red) ditelepon tak diangkat. Nanti aku rebut baru tahu,” kesalnya.

Keluhan serupa juga diutarakan seorang wanita paruh baya yang hendak mengurus surat pindah. “(Uang) Sudah diberikan. Tapi hampir dua bulan belum selesai juga. Saya tidak mengerti lagi harus bagaimana agar KK cepat selesai,” ujar ibu yang datang bersama suaminya itu, Senin 25 Juli 2022 kemarin.

Kabid Pendaftaran Kependudukan Dukcapil DS A Kaloko
Alrasudin Kaloko

Secara terpisah, Kabid Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Dukcapil Deliserdang Alrasudin Kaloko ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya menjelaskan, proses pengurusan kependudukan dimana masyarakat datang mendaftar melalui  antrian  untuk diverifikasi dan validasi. Setelah cukup verivikasi dan validasinya, nanti ditentukan kapan penyelesaiannya dan kalau yang PATEN (melalui kecamatan) langsung ke sekretariat.

Disinggung soal adanya staf jadi calo, Alrasudin Kaloko mengatakan siapa orangnya. “Saya kurang paham dan tidak tahu siapa yang dimaksud calo. Semua yang datang ke saya tidak calo tapi adalah masyarakat,” ujarnya, Senin 25 Juli 2022 sore.

Hal senada disampaikan Sekretaris Dinas Dukcapil Deliserdang Cristine Helen Siagian. Menurutnya, proses pendaftaran melalui brand  office dan kalau PATEN rekapannya diserahkan ke kabid masing masing.

Ditanya tentang adanya yang tidak melalui brand office tetapi langsung ke staf, apakah itu merupakan pelanggaran prosedur atau penyimpangan? “Yang saya tahu prosesnya melalui pendaftaran masyarakat tetap diarahkan melalui pendaftaran,” jawab Cristine.

Sekretaris Disdukcapil DS Cristine
Cristine Helen Siagian

Terkait  keluhan warga yang mengurus langsung ke staf Dukcapil tanpa proses pendaftaran dan menyerahkan materi  (uang) tapi urusannya belum selesai, Cristine meminta agar menunjukkan orangnya. “Mana orang dan berkasnya biar kita bantu. Kalau urusannya dengan pegawai kami, artinya ada kendala biar saya bantu prosesnya,” tuturnya.

“Barangkali ada kekurangan berkasnya biar saya bantu. Sangkutnya di mana? Kalau berkasnya kurang lengkap kenapa tidak dikomunikasikan, kalau berkas lengkap tetapi belum ditanda tangani, saya akan bantu. Mari duduk bersama kepada siapa diurus dan sangkutnya dimana, supaya prosesnya dibantu,” katanya.

Sementara itu, SS staf Dukcapil Deliserdang saat dikonfirmasi pada Selasa 26 Juli 2022 tidak mengangkat telepon. Pesan singkat melalui WhatsApp juga tidak dibalas hingga berita dikirim dan dinaikkan Rabu (27/7/2022). (Nikson)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *