KTNA Aceh Tamiang Giring Petani Pakai Pupuk Organik Tingkatkan Produksi dan Mutu Pertanian

organikk

FORUM ACEH | Untuk meningkatakan produksi dan kualitas pertanian, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Tamiang, berupaya mengiring para petani di kabupaten tersebut menggunakan pupuk organik, yang berasal dari kotoran hewan. 

“Sudah lima bulan kami mensosialisasaikan kepada para petani, terkait program pupuk organik dari kotoran hewan, kecing hewan, dedaunan yang mengering dikumupulkan menjadi permentasi, agar mutu produksi pertanian berkualitas dan meningkat” kata Ketu KTNA Aceh Tamiang, Yogi Syahputra kepada Forum Keadilan, Rabu (9/6) diruang kerjanya. 

Ia menambahkan, disamping pupuk organik itu untuk meningkat produski dan mutu pertanian, harga pupuk tersebut jauh lebih ekonomis dari pupuk kimia, karena bisa diproduksi sendiri oleh setiap kelompok tani yang ada di kabupaten tesebut.

“Yang lebih penting lagi, bila petani  menggunakan pupuk organik, maka tanah milik petani akan selalu terjaga, karena tidak menggunakan pupuk kimia, sehingga tanah akan semangkin subur,” terang Yogi. 

Lebih lanjut dikatakannya, progam pupuk organik tersebut akan terus digalakan kepada para petani, karena sejumlah kelompok tani didaerah itu sudah mulai memproduksi pupuk organik dengan memanfaatkan kotoran hewan ternak yang ada dikabupaten itu. 

“Kami siap memenuhi permintaan para petani yang membutuhkan pupuk organik tersebut, karena sejumlah kelompok tani sudah ada yang telah mengelolah dan memproduksi pupuk organik tersebut untuk kebutuhan petani sawah dan perkebunan yang di daerah ini,” jelas Yogi. 

Program tersebut, sambung Yogi, tidak terlepas adanya dukungan dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Tamiang, melalui Dinas Pertanian, Perternakan dan Perkebunan (Distanbunak) setempat. 

“”Awal program pupuk organik ini, berasal dari ide Bupati Aceh Tamiang, H Mursil, yang diteruskan kepada Kepala Distanbunak, Yunus, SP, yang kemudian berkerjasama dengan KTNA, sehingga program tersebut terus kami sosiasliasikan untuk direalisaikan kepada para petani,” kata Yogi mengakhiri. (Sutrisno)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *