Pada kesempatan itu, Suparmin, sangat mengharapkan ketersediaan pupuk. Petani mengeluh karena sulitnya mendapatkan pupuk. Saat ini, pupuk hanya tersedia 270 kilogram untuk setiap hektar lahan milik mereka.
“Pada beberapa tahun yang lalu, per hektar kami bisa dapat 450 kilogram pupuk. Kelangkaan pupuk bagi warga Desa Banyumas, terhitung sejak bulan Juni 2022 dan dipastikan tidak ada,” kata Suparmin.
Petani renta itu juga mengeluhkan lahan wakaf pemakaman umum di sana yang tergerus erosi. Bersama warga lainnya, ia berharap agar persoalan banjir bisa segera diatasi. Terlebih persoalan ketersediaan pupuk yang sangat dibutuhkan petani lainnya.
Menyikapi hal itu, H Ajai Ismail SE menerangkan, kelangkaan pupuk tidak terlepas dari ‘permainan’ para tengkulak. Informasi dari warga pun sangat dibutuhkan untuk mengatasinya.

“Bagi warga yang mengetahui adanya tengkulak pemain pupuk, harap laporkan kepada kami. Nanti akan kita lakukan sidak. Dalam waktu dekat, saya akan kordinasi oleh dinas terkait untuk mengatasi kelangkaan pupuk,” tegas Ketua DPD Partai NasDem Langkat itu.
Terkait persoalan tanah wakaf, Ajai Ismail menegaskan, tidak ada anggaran dari pemerintah untuk menanggulangi hal tersebut. Namun ia dan Ricky akan membantunya dengan dana pribadi.
Pada kesempatan itu, dua politisi tersebut juga membagikan bingkisan bagi warga yang hadir. Tak hanya ribuan paket bahan pangan, tas sekolah untuk pelajar juga dibagikan di sana. Bagi pemenang kuis, Ricky memberikan hadiah berupa perangkat elektronik rumah tangga. (Ahmad)







