FORUM SIANTAR | Sabtu dini hari, 19 Juni 2021. Mara Salem Harahap meluncur menuju Huta VII, Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Sekitar 300 meter sampai di rumahnya, tanpa dinyana laju Datsun Go Panca berwarna putih, bernomor polisi BK 1921 WR yang dikendarainya itu, dihentikan orang tak dikenal.
Lalu dor. Peluru menembus tubuh pria yang akrab disapa Marsal Harahap itu. Pemred media online lassernewstoday.com itu sekarat di dalam mobil, hingga meregang nyawa. Warga curiga, pasalnya mobil Marsal parkir persis di tengah jalan.
Alangkah kagetnya warga saat melihat Marsal bersimbah darah. Segera dilarikan ke Rumah Sakit Vita Insani. Sayang, Marsal sudah lebih dulu meregang nyawa.
BACA JUGA: https://forumkeadilansumut.com/2021/06/19/pwi-sumut-kecam-penembakan-marsal-harahap/
Dari penelusuran akun Facebook korban Marsal Harahap New pada pukul 13.17 Wita, terlihat postingan terakhir korban 20 jam yang lalu.
Di situ, korban memposting berita berjudul “Andre Sinaga Kritisi Keputusan Bupati Simalungun tentang Pengangkatan Tim Tenaga Ahli Simalungun”.
Berita itu memuat protes warga atas Surat keputusan Bupati Simalungun Nomor: 188. 45/ 420 /1.1.3.2021 tentang Tim Tenaga Ahli di Kabupaten Simalungun yang ditandatangani langsung Bapak Radiapoh Hasiolan Sinaga, S.H., menetapkan tiga Tim Tenaga Ahli yaitu: Tenaga Ahli Bidang Pemerinahan dan Kesejateraan Rakyat, Tenaga Ahli Perekonomian dan Pembangunan, serta Tenaga Ahli Administrasi dan Umum.
Polisi saat ini masih menyelidiki kasus penembakan tersebut. Termasuk memeriksa beberapa saksi, baik yang ada di lokasi penemuan korban, juga orang yang terakhir berkomunikasi dengan korban.
Salah seorang kerabat korban, Hasanudin Harahap saat di Rumah Sakit Vita Insani mengaku dirinya mendapat telepon dari tetangganya, bahwa adiknya mengalami luka tembak di kaki.
Jenazah Marsal saat ini dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Utara di Medan, untuk diautopsi. “Harus segera diusut dengan sejelas-jelasnya,” tegas Hasanuddin.








