DAERAH  

K3S dan MKKS Aceh Utara: Tidak Ada Kutipan Dilakukan Dinas Pendidikan Aceh Utara

ec10603c db8f 4506 b57f a7a2e97c1b3d
Muhammad Yahya koordinator K3S Se-Aceh Utara

Catut Nama KPK
Sementara itu, selain menyebarkan berita fitnah tentang ada nya kutipan liar dari dana DAK dan kutipan persekolah yang dilakukan oleh oknum media online, beberapa chat Wa juga sempat beredar dari kalangan wartawan tentang akan dilaporkannya kasus tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh oknum pengelola media online tersebut.

Dalam beberapa chat yang di terima media ini, tertulis beberapa kalimat, kalau Jamaluddin tidak segera menghadap dan berdamai akan segera dibongkar kasus yang lebih besar lagi dan akan segera dilaporkan ke KPK, karena KPK sudah menunggu bahan dan data-data untuk diproses. Dari chat-chat pihak pengelola media online tersebut dengan orang suruhannya, tergambar oknum-oknum tersebut sedang mencatut nama KPK untuk tujuan tertentu.

Banyak wartawan di Aceh menduga, konfirasi yang tengah dilakukan oknum yang ingin merebut jabatan Kadis Pendidikan di Aceh Utara itu dilakukan dengan memanfaatkan sebuah media online luar daerah, karena media media setempat sudah tahu sepak terjang oknum tersebut, sehingga tidak ada ruang untuk melakukan pembusukan.

Sebuah sumber di Aceh Utara dari kalangan Pemkab menyebutkan, konfirasi politik busuk yang dilakukan untuk menyingkirkan Jamaluddin dari jabatan Kadis PK Aceh Utara sudah terbaca Pj. Bupati Azwardi Abdullah.

Bahkan sebut sumber tadi, Pj bupati sudah tahu siapa dalang yang menganggu Dinas Pendidikan, karena oknum tersebut sudah pernah mondar-mandir ke pendopo membawa backing untuk meminta jabatan Kadis Pendidikan segera diganti. Karena merasa perjuangannya gagal, oknum tersebut bersama kelompoknya belum berhenti melakukan manuver, berbagai cara ditempuh termasuk mencari dukungan lewat partai politik.

Bahkan oknum yang bernafsu jadi Kadis Pendidikan itu sebelumnya juga sempat mengutuskan seorang ulama untuk menjumpai Pj Bupati di pendopo. Terakhir oknum tersebut juga dikabarkan melibatkan Partai Politik, ormas dan bermacam cara agar Jamluddin diganti dengan dirinya, namun semua usaha itu kandas sehingga terakhir memanfaatkan media online untuk melakukan pembunuhan karakter Jamaluddin. (Razak)