FORUM MEDAN | Keberhasilan menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Angkat Berat 25-28 Juni 2021di Kota Pematang Siantar, telah menempatkan Kota Medan sebagai juara umum.
Hal ini dapat dijadikan Pengprov Pabersi Sumut sebagai modal memotivasi tiap daerah untuk lebih serius dalam melakukan pembinaan.
Dalam pelaksanaan yang melibatkan 18 Pengkot/Kab Pabersi se-Sumut tersebut, sosok-sosok penting dibalik suksesnya menggelar event tahunan itu dapat dijadikan patokan utama keberhasilan yang diraih secara bersama.
Demikian hal itu dikatakan ketua umum Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pengprov Pabersi Sumut), Hermansyah Hutagalung SH.MH dihadapan atlet dan pengurus Pabersi se-Sumut yang hadir disela pembagian medali juara, Minggu malam kemarin.
“Dalam melakukan pembinaan harus didasari pengorbanan para pengurus. Artinya dalam mencari bibit yang nantinya bakal menghasilkan prestasi, sehingga pengurus harus menunjukkan pengorbanan baik moril maupun materi,” katanya.
Dikesempatan tersebut, Pabersi Sumut turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dari
tokoh peduli olahraga, Hinca Panjaitan SH.MH (anggota komisi III DPR-RI), ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis dan Rahmatyah (pemilik tempat pertandingan kejurda) serta Maulana Yoka (PMI) kota Medan yang begitu memberikan suport yang cukup luar biasa bagi event ini.
“Jujur ke empat nama tersebut merupakan sosok yang mencintai olahraga. Makanya kita salut dan bangga atas bentuk suport dan masukkan yang mereka berikan. Dan sudah barang tentu sebagai pengurus, kita tidak salah memberikan apresiasi tinggi atas bentuk perhatian mereka”ucap Herman.
Selain itu Pabersi Sumut juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya pada atlet Pabersi daerah yang menjadi peserta diajang yang telah memasuki tahun kedua ini.
“Saya salut dan bangga pada lifter-lifter yang turun dikejuaraan ini. “Dan kedepan kita akan terus memprogramkan banyak kegiatan termasuk event-event di daerah. Tujuannya tidak lain agar muncul bibit-bibit baru yang akan kita persiapkan menuju PON Sumut-Aceh tahun 2024 mendatang,” tambah Hermansyah Hutagalung.
PON Papua
Empat bulan jelang pelaksanaan multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, Pabersi Sumut semakin memfokuskan persiapan atlet-atlet terbaik yang nantinya siap membela kontingen Sumatera Utara.
“Jelas hari semakin dekat, maka kita hsris fokus untuk mengamankan medali yang telah ditargetkan. Artinya di posisi jelang hari pertandingan, lifter-lifter yang sudah kita persiapkan harus senantiasa menjalankan program latihan sesuai yang diarahkan,” katanya lagi.
“Dan tidak ada istilah setengah-setengah, semua kemampuan harus dimatangkan guna mencapai prestasi yang kita canangkan,” papar Hermansyah didampingi ketua Harian, H.Hasri Hasibuan dan sekretaris Goncalwes ‘Riko’ Sirait SH.MH.
Lanjutnya lagi, raihan 3 medali perak di PON Jabar 2016 lalu yang diukir, Faebolo Dodo Gowasa dikelas 66 kg, Mustakim dikelas 83 kg dan Goncalwes Sirait dikelas 120 kg, harus menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus dan atlet angkat berat Sumut di PON Papua tahun ini.
Dimana jika hal itu tidak kita tindaklanjuti minimal dengan menambah 1 kepingan medali emas melalui lifter-lifter yang kita persiapkan, itu berarti kita anggap gagal.
“Ya sebagai pengurus kita harus tetap optimis dan peningkatan medali harus sudah kita canangkan melalui program peningkatan angkatan yang tengah digemleng pelatih pada atlet,”tandas Herman.
Dan sedaya upaya dalam hal persiapan atlet sudah kita lakukan, dan ending terakhirnya kita serahkan pada Luwigita Susilo, M.Irvan, Goncalwes Sirait, Teguh Imam Santoso dan Faebolo Dodo Gowasa saat bertanding Oktober mendatang di PON.
“Sebagai pengurus kita menangungjawabi atlet binaan dan itu sudah menjadi amanah yang digariskan. Tinggal disini bagaimana atlet yang disiapkan menjawabnya dengan ukiran prestasi,”tutup Hermansyah.
Sementara kontingen Pabersi Medan tampil sebagai juara umum dengan raihan 15 emas dan 1 perak disusul peringkat 2 dan 3 masing-masing Deliserdang dengan 4 emas 2 perunggu, Tapanuli Selatan dengan 2 emas, 5 perak dan 5 perunggu serta peringkat 4 dan 5 yang diduduki Tapanuli Tengah dengan 2 emas, 4 perak dan 2 perunggu dan Tebing Tinggi dengan 2 emas, 3 perak dan 1 perunggu. Sedangkan tuan rumah harus puas menduduki posisi 6 dengan 2 emas dan 2 perunggu. (kesuma)







