PJ Bupati Aceh Utara: Mengatasi Stunting Melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)

417959ca be88 4d99 95cf 7b08beef0fa8
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMPPKB), Fuad Mukhtar, S.Sos., M.S.M

Lanjutnya, pencegahan stunting pada 1000 hari pertama kehidupan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu saja, tetapi juga memerlukan peran aktif dari masyarakat dan berbagai pihak terkait.

“Masyarakat perlu diberikan pengetahuan yang memadai tentang pentingnya pola pengasuhan yang baik sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Karenanya, program edukasi dan penyuluhan terus diselenggarakan secara teratur untuk menyebarkan informasi tentang gizi seimbang dan pola pengasuhan yang optimal.”

Selain itu, keluarga juga memiliki peran kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal anak. Dukungan emosional, akses terhadap makanan bergizi, dan praktik pengasuhan yang tepat dari anggota keluarga sangat penting untuk mencegah stunting.

Peran Tenaga Kesehatan, seperti Bidan, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya memegang peran penting dalam memberikan informasi dan layanan kesehatan kepada ibu hamil dan keluarga dengan bayi dan balita. Mereka harus dilengkapi dengan pengetahuan yang cukup tentang gizi dan pola pengasuhan yang ideal untuk memberikan bimbingan yang efektif kepada masyarakat.

Komunitas lokal, termasuk kader posyandu, kader kelompok bina keluarga balita, dan tim penggerak PKK, dapat berperan dalam menyebarkan informasi, memfasilitasi program-program kesehatan, dan memberikan dukungan kepada keluarga dalam menerapkan praktik gizi dan pengasuhan yang baik.

“Dalam hal ini, Pemerintah Daerah berkolaborasi dengan berbagai unsur dan terus berupaya mengembangkan kebijakan dan program-program kesehatan yang mendukung pencegahan stunting, termasuk program pemantauan gizi, distribusi suplemen gizi, dan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas,” tutup Kadis DPM-PPKB. (advetorial/s4y)