FORUM ACEH UTARA | Dalam upaya mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat, pemerintah terus mengambil langkah-langkah strategis. Selain Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang telah lama berperan dalam mengurangi angka stunting, kini Satgas Stunting turut dibentuk untuk memperkuat upaya tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPM-PPKB) Kabupaten Aceh Utara, Fuad Mukhtar, S.Sos., M.S.M, melalui Kabid Dalduk, KB dan KS, Muhammad Azhar, mengungkapkan, perlu suatu gerakan yang terkoordinasi, terintegrasi, konvergen, dan simultan. Kehadiran Satgas Stunting dalam hal ini sangat membantu.
“Satgas Stunting, yang terdiri dari sejumlah pakar dan tenaga ahli terkait, telah resmi dibentuk sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menangani stunting. Kolaborasi antara Satgas Stunting dan TPPS diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam menghadapi permasalahan stunting di Aceh Utara,” ujarnya.
Menurut Azhar, langkah ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. “Kami percaya bahwa dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Satgas Stunting, kita dapat mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan stunting secara menyeluruh,” ujar Azhar.
Penanganan stunting harus komprehensif, mulai dari awal hingga akhir. BKKBN sebagai pemimpin Program Percepatan Penurunan Stunting membentuk Satgas Percepatan Penurunan Stunting (PPS) untuk memantau distribusi PMT dan status gizi anak di berbagai wilayah.
“Satgas Stunting adalah bagian pendukung yang bersifat fleksibel dan tidak terikat birokrasi, berada di bawah koordinasi langsung Kepala BKKBN. Mereka memiliki peran penting dalam memberikan dukungan teknis kepada pemangku kepentingan Percepatan Penurunan Stunting di semua level pemerintahan,” ungkap Azhar.







