Menurutnya, dalam menghadapi tantangan stunting, kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama. Tidak hanya keterlibatan sektor kesehatan, tetapi juga perlunya sinergi dengan sektor pendidikan, pertanian, sosial, dan ekonomi untuk mengatasi akar permasalahan stunting.
Dalam konteks ini, kolaborasi dengan dinas instansi terkait seperti Dinkes, Pendidikan, Pertanian, dan lainnya sangatlah penting. Program-program yang didesain secara komprehensif, yang mencakup aspek pencegahan, deteksi dini, intervensi gizi, serta pendampingan bagi keluarga dan masyarakat, menjadi kunci dalam menanggulangi stunting.
“Salah satu fokus utama dari kolaborasi ini adalah peningkatan aksesibilitas terhadap gizi yang berkualitas serta pelayanan kesehatan yang merata di seluruh Wilayah Aceh Utara. Hal ini diharapkan dapat membantu dalam mengurangi angka stunting, yang secara tidak langsung juga akan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan”,
Selain itu, Satgas Stunting dan TPPS juga akan secara aktif terlibat dalam pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan perawatan kesehatan yang baik, terutama pada masa-masa awal kehidupan anak. Melalui pendekatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting dapat meningkat, sehingga upaya-upaya preventif dapat lebih diterapkan secara efektif.
Dengan hadirnya Satgas Stunting dalam upaya penurunan angka stunting, diharapkan sinergi antara berbagai pihak akan semakin menguat, membawa dampak positif dalam peningkatan kesehatan generasi masa depan. Langkah ini juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bergerak maju dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (advetorial)







