Aparat Penegak Hukum Jadi Sasaran Bandar Narkoba

IMG 20210721 WA0157

FORUM JAKARTA | Saat ini sasaran utama para bandar narkotika adalah aparat penegak hukum. Sudah menjadi kewajiban bersama untuk memantaunya.

“Kita lihat sendiri. Sasaran utama bede narkotika adalah pejabat penegak hukum. Kasus Karutan Klas I Depok inisial A yang tertangkap akibat penyalahgunaan narkotika,” jelas mantan Kepala BNN Pusat Dr Anang Iskandar MH, Rabu (21/7/2021).

Penegakan hukum menjadi penghalang perdagangan gelap narkotika, karena itu penegak hukum menjadi sasaran penting para pedagang gelap narkotika untuk dapat mengamankan bisnisnya.

“Para bandar narkotika melakukan segala cara untuk membungkam aparat penegak hukum. Pertama, nyawer aparat. Kedua, kalau tidak berhasil maka penegak hukum akan dirayu atau ditipu agar menggunakan narkotika, agar mudah berkomunikasi,” kata Dr Anang Iskandar MH yang juga pernah menjabat Kasat Serse Polres Tangerang.

Itu sebabnya, banyak fakta bahwa aparat penegak hukum narkotika mulai dari anggota polisi, BNN, jaksa dan hakim dan Lapas yang terlibat masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Terbaru yang kita ketahui adalah keterlibatan aparat penegak hukum sekelas Kepala Rutan Kelas 1 Depok yang ditangkap oleh penyidik terkait kasus penyalahgunaan narkotika, dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,52 gram, alat hisap berupa canglong,” ungkap pria kelahiran Mojokerto Jawa Timur.

Dari jumlah barang bukti yang ada, kalau dilakukan assesmen maka akan ditemukan fakta bahwa tersangka sebagai Kepala Rutan Kelas 1 Depok, dalam keadaan kecanduan (pecandu) dan sangat mungkin menerima saweran dari uang hasil peredaran gelap narkotika atas tugasnya.

“Pengedar narkotika dalam menjinakan aparat dengan melakukan trik menipu, membujuk dan merayu untuk menggunakan narkotika dalam rangka intoxifikasi racun kecanduan narkotika. Dan menggunakan cara nyawer agar mendapatkan kemudahan. Oleh karena itu tidak boleh menganggap ringan soal saweran ini,” ujar mantan Gubernur Akademi Kepolisian tersebut.

Terpisah, dugaan keras keributan yang menyebabkan tawuran antar pemuda selalu terjadi di Kota Belawan Medan Sumatera Utara adalah diduga keras akibat dari peredaran gelap dan penyalahguaan narkotika.

Kini beberapa titik di kawasan Kelurahan Belawan Bahari dari Lingkungan 1 sampai 13 di Kecamatan Medan Belawan peredaran narkotika sudah sangat luar biasa.

Bahkan hingga kini kampung Kolam yang sempat dibaiat Polres Pelabuhan Belawan menjadi Kampung Tangguh Anti Narkotika tetap saja selalu ramai terjadinya transaksi narkotika jenis sabu.(man)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *