FORUM ACEH | Bupati Aceh Tamiang, H Mursil merasa bersyukur dengan banyaknya pembangunan dayah-dayah maupun pesantren baru yang merupakan pengawal masyarakat di Aceh, khususnya di Aceh Tamiang.
“Mengawal Aceh adalah santri-santri ini. Dayah-dayah. Lihat hari ini, Jakarta dan Bali hari ini, orang antri masuk rumah sakit empat sampai enam jam. Banyak tapi tidak masuk ke tv. Yang antri meninggal banyak sekali. Sedang antri yang mau masuk rumah sakit meninggal. Tapi tidak diberitakan di tv,” kata Mursil dalam sambutannya pada acara pengukuhan Pengurus Ormas Ikatan Santri Aceh Tamiang, berlangsung di Dayah Misbahur Rasyad, Kampung Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (23/7/2021).
Bupati menambahkan, banyak pasien ketika masuk rumah sakit namun tidak ada oksigen, dan terjadi dimana-mana seperti itu. Mungkin karena banyak yang lupa dengan Allah SWT.

Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil
“Makanya keberadaan santi-santri ini, pengawal Aceh. Karena santri-santri ini berzikir pagi, sore, hingga malam mereka terus berzikir dan mengaji. Sehingga alhamdulillah, Aceh hanya 63 orang saja yang terkena Covid,” ungkap Mursil.
Kabupaten Aceh Tamiang, lanjut Mursil, hanya lima orang yang terkena Covid. Sedangkan daerah Aceh yang menyandang zona merah yakni hanya Kabupaten Singkil. “Kita meminta kepada santri – santri, tengku tengku untuk kawal Aceh ini. Dan alhamdulillah, kita di Aceh terendah jumlah penderita yang terkena Covid,” terang Mursil.
Mursil sangat berterimakasih kepada para tengku, para pimpinan Dayah dan Pesantren di Aceh maupu di Kabupaten Aceh Tamiang, yang memiliki semangat luar biasa untuk ikut berperan memberikan pendidikan kepada generasi penerus bangsa.
“Tugas pendidikan ini adalah tugas negara, dan bukan tugas rakyat. Tapi oleh tengku tengku bisa mendirikan dayah dan pesantren untuk memberikan pendidikan umum dan agama untuk anak-anak kita,” kata Mursil.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon.
Di kesempatan itu juga, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Fadlon dalam sambutannya mengharapkan, kehadirian Ikatan Santri Aceh Tamiang (Isami) bisa membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam upaya penegakan Syariat Islam di Bumi Muda Sedia ini.
Dengan hadirnya Isami, tambah Fadlon, dirinya yakin dan percaya akan memberikan kontribusi yang positif terhadap Pemda yang salam ini, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, telah berkomitmen melalui misi dan visi-nya ingin menegakan Syariat Islam secara Khaffa, dan melaksanakan semua kegiatan dipemerintahan maupun disemua sendin kehidupan bernuansa Islami.
Dengan hadirnya Isami tersebut, lanjut Fadlon, bisa membantu tugas pemerintah dalam rangka melaksanakan Syariat Islam yang selama ini telah terlaksana dengan baik.

Bupati dan Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang bersama pimpinan Dayah dan para tengku hadir dalam acara pengukuhan Pengurus Ormas Isami.
“Mudah – mudahan dengan kehadiran Isami ini, bisa memberikan masukan-masukan kepada pemerintah agar pelaksanaan Syariat Islam di kabupaten ini sesuai yang diharapkan masyarakat,” ujar Fadlon.
Fadlon juga sangat sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Bupati. Dengan banyaknya hadir ormas – ormas yang bernuansa Islami akan menghidupkan suasana kehidupan di Aceh Tamiang, jauh lebih Islami dari sebelumnya.
“Apalagi Aceh Tamiang daerah perbatasan. Berkat doa dari tengku – tengku kita, dari guru – guru kita, dari santri – santri kita, Aceh merupakan daerah terkecil angka terkena dampak Covid – 19 ini. Mudah – mudah ini terus bisa kita laksanakan hingga cucuran Rahmad dari Allah SWT untuk Aceh bisa terhindar dari musibah dunia ini,” ujar Fadlon mengakhiri.
Acara tersebut turut dihadiri anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh (PA)Tengku Irfansyah, sejumlah nggota DPRK Aceh Tamiang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Islami. (Sutrisno).







