Oleh: Rismayana (Aktivis Muslimah)
Diketahui sejak merdeka dari Inggris pada tahun 1947, India dan Pakistan sudah tiga kali berperang. Konflik negara India dan Pakistan sudah terjadi sejak kedua negara berdiri. Pada puncak perang dingin, Uni Soviet yang sekarang menjadi Rusia memberi dukungan kepada India. Semantara itu dua negara adidaya Amerika Serikat dan Cina memberi dukungan kepada Pakistan.
Seperti diketahui sebelumnya India dan Pakistan merupakan negara tetangga yang merupakan bagian dari wilayah Asia Selatan. Walau pun bertetangga, India dan Pakistan sering terlibat konflik.
Ketegangan antara India dan Pakistan semakin meruncing ketika kedua negara diberi kemerdekaan oleh pemerintah Inggris pada tahun 1947, dengan memperebutkan wilayah Kashmir.
Mengapa Kashmir diperebutkan India dan Pakistan. Jika dilihat dari geografisnya Kashmir memiliki keunggulan yang sangat strategis untuk diperebutkan. Di mana Kashmir memiliki luas 222.200 km persegi di barat laut anak benua India. Dan Kashmir memiliki tanah yang sangat subur karena terletak di kaki gunung Himalaya. Hal ini menambah pesona Kashmir semakin tinggi nilai ekonominya karena memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Ditambah lagi wilayah Kashmir yang berlembah ini dianggap sebagai tempat yang strategis sebagai pertahanan negara dari segi militer.
Konflik India dan Pakistan bermula dengan memperebutkan wilayah Kashmir
Setelah kedua negara memproklamirkan kemerdekaannya dari kerajaan Inggris, di mana India dengan pemeluk agama Hindu mendirikan negara India sedangkan pemeluk agama Islam mendirikan negara yang bernama Pakistan. Pembagian wilayah dengan proses perpindahan rakyat inilah yang menjadi bibit pemicu konflik antara India dan Pakistan. Proses pemindahan penduduk (rakyat) tersebut telah menewaskan 500.000 warga. Ketegangan semakin parah ketika status wilayah Kashmir yang diketahui memiliki penduduk mayoritas beragama Islam. Sedangkan wilayah Kashmir dipimpin oleh penganut Hindu. Pada dasarnya rakyat Kashmir yang mayoritas beragama Islam lebih memilih ikut bergabung dengan Pakistan.Tetapi pemimpin Kashmir Hari Sing secara diam-diam telah bergabung dengan India tanpa sepengetahuan penduduknya. Inilah penyebab konflik India dan Pakistan terus berlanjut hingga saat ini. (compas.com, 7 mei 2025)
Konflik India dan Pakistan kembali memanas pada tanggal 22 April lalu. Telah terjadi serangan oleh kelompok bersenjata yang menembaki wisatawan yang sedang berkunjung ke wilayah objek wisata di daerah pegunungan Pahalgam Kashmir yang kawasan tersebut dikuasai oleh India. Dalam insiden penembakan tersebut ditemukan sedikitnya 25 orang warga India yang tewas dan satu dari warga Nepal juga tewas. (cnbc.indonesia.com, 11 mei 2025)
Akibat insiden tersebut, India menuduh Pakistan mendukung pasukan militan bersenjata yang ada di wilayah perbatasan. Tudingan tersebut dibantah keras oleh pemerintah Pakistan.
Akibat serangan yang dilakukan kelompok militan bersenjata yang menewaskan 25 warga India, Menteri Luar Negeri India, Vikram Misri menyatakan inilah alasan negaranya menyerang Pakistan adalah aksi balasan terhadap aksi terorisme yang menewaskan warganya.
Tudingan yang dilakukan pemerintah India terhadap pakistan dianggap sebagai tindakan yang ngawur dan tidak berdasar oleh pemerintah Pakistan. Pakistan tentu tidak akan membiarkan negaranya dipermalukan di mata dunia internasional, mereka tidak mau kehilangan harga diri bangsanya. Akibat serangan India terhadap Pakistan tersebut, pemerintah Pakistan menyambut dengan serangan balasan. Dalam serangan balasan tersebut Pakistan mengklaim telah berhasil menembak jatuh 5 pesawat India. (reuters, 8 mei 2025)
Perseteruan yang terus memanas antara India dan Pakistan ini tentu saja memberi peluang bagi negara-negara adidaya yang selama ini mendukung kedua negara tersebut. Seperti Amerika Serikat mendukung India, dan Cina mendukung Pakistan Kedua negara inilah yang menjual alat-alat perang dan menjadi pemasok persenjataan untuk kedua negara (India-Pakistan). Sehingga sampai saat ini perang antara India dan Pakistan menjadi ajang uji coba alutsista antara Amerika dan Cina yang mana yang lebih canggih teknologi alutsistanya.
Pakistan dalam catatan peringkat Global Fire Power, militernya masuk daftar urutan ke 12 terbaik di dunia. Dengan memiliki personel militer hampir mencapai 654.000 dan didukung dengan alat tempur yang sangat canggih serta banyaknya pesawat terlatih. Juga dilengkapi dengan senjata nuklir yang sangat mematikan. Ini membuktikan bahwa militer Pakistan bisa disebut sebagai militer kaum muslimin yang paling kuat, baik dari sisi tentara mau pun persenjataannya.
Dilihat dari kekuatan militernya yang tangguh dan juga dilengkapi dengan alutsista yang canggih dan memadai, seharusnya Pakistan sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim secara fitrahnya akan terpanggil dengan jeritan saudaranya yang ada di Palestina. yang sampai saat ini masih dibombardir oleh Zionis Yahudi laknatullah.
Mengingat sepak terjang militer Pakistan di dunia termasuk dalam urutan ke 12 terkuat di dunia, seharusnya sangat bisa melakukan pembelaan kepada Palestina yang saat ini sedang terjajah. Malah justru menyambut genderang perang dengan India dengan isu yang sama dengan perang mereka sebelumnya (Kashmir). Seharusnya militer Pakistan tidak terjebak pada situasi yang sama di saat saudara muslim mereka yang ada di Palestina sedang dijajah.
Dengan memiliki kekuatan militer yang tangguh dan dilengkapi dengan persenjataan yang canggih nan modren, seharusnya ini mudah bagi Pakistan untuk mengangkat senjata dan mengirimkan tentaranya untuk membebaskan Palestina dari cengkraman Zionis Yahudi. Namun lagi-lagi sekat nasionalismelah yang menghalangi mereka untuk membantu saudaranya yang ada di Palestina.
Mereka mengangkat senjata hanya untuk kepentingan nasionalisme yang remeh temeh, tidak untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin. Seharusnya tentara Pakistan mengangkat senjata mereka untuk menolong saudara mereka yang ada di Palestina.
Sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT dalam surah at-Taubah ayat 14 yang berbunyi, “Perangilah mereka! Niscaya Allah akan mengazab mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu, menghinakan mereka, dan memenangkan kamu atas mereka, serta melegakan hati kaum mukmin.
Namun lagi-lagi sekat nasionalisme inilah yang menjadi penghalang persatuan umat Islam. Hanya dengan kembali kepada syari’at Islam di bawah naungan Daulah Khilafahlah kita bisa membebaskan saudara kita yang ada di Palestina. Seperti yang dilakukan pasukan Khilafah Turki Utsmani yang terakhir membela Masjid Al-Aqso sebelum diruntuhkan oleh sang penghianat Daulah Islam Mustafa Kemal Ataturk laknatullah .
Wallahu a’lam bisshawab.







