FORUM SERDANG BEDAGAI| Derap langkah para pekerja terdengar bersahutan dengan riuh suara anak-anak yang tengah belajar di ruang sementara. Di tengah terik matahari, bangunan SMP Al Washliyah 3 Dolok Masihul perlahan-lahan bertransformasi. Ruang-ruang kelas yang dulunya mulai kusam, kini dibongkar untuk memberi ruang bagi wajah baru sekolah.
Kepala SMP Al Washliyah 3 Dolok Masihul, Khairul Siregar, S.Pd, menuturkan bahwa proses pembangunan dan rehabilitasi sekolah ini bukan sekadar proyek fisik. “Ini bagian dari ikhtiar kita menciptakan lingkungan belajar yang layak dan sesuai standar pendidikan bagi anak-anak,” ujarnya, Senin (29/9/2025).
Khairul memastikan pembangunan berjalan sesuai prosedur dan petunjuk teknis, hasil dari bimbingan teknis (Bimtek) di Kota Medan beberapa waktu lalu. Bagi dirinya, setiap tahap rehabilitasi adalah wujud tanggung jawab terhadap masa depan ratusan siswa yang menggantungkan harapan pada sekolah ini.
Musyawarah menjadi kunci utama dalam menyusun tahapan proses pembangunan. Pimpinan Cabang Al Washliyah Dolok Masihul, Ir. H. Ishak Jangga Wirana, bersama Hairul Bahnim, S.Pd.I (Kepala MTs Al Washliyah 39 Dolok Masihul) dan sejumlah guru, duduk bersama menyusun rencana. Dari mereka lahir keputusan yang bukan hanya teknis, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata para siswa: ruang kelas yang nyaman, toilet yang layak, hingga penataan lingkungan agar sekolah terlihat lebih asri.
“Ketika toilet diperbaiki, ketika kelas dicat ulang, ketika halaman ditata, bukan hanya bangunan yang berubah. Semangat anak-anak juga ikut terangkat,” tutur seorang guru, Widya Siregar, yang hadir dalam musyawarah pembangunan.
Tak hanya internal sekolah, dukungan datang pula dari rekan sejawat di SMP Hikmah seperti Septiayani dan Nurul Khotimah. Kebersamaan ini menandai bahwa pembangunan sekolah bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi sebuah gerakan bersama demi wajah pendidikan yang lebih baik.
Terkait isu yang sempat beredar, Khairul menjelaskan bahwa papan informasi proyek sedang dalam proses percetakan dan akan segera dipasang. “Kalau kelas dibongkar, itu karena memang harus diperbaiki. Nanti akan lebih baik, dengan penambahan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar,” tegasnya.
Harapan besar tertanam dalam setiap bata yang disusun. SMP Al Washliyah 3 Dolok Masihul sedang menapaki babak baru: menjadi sekolah yang tidak hanya berdiri megah secara fisik, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan di hati para siswa dan orang tua.
Dan di balik deru pembangunan itu, ada mimpi yang sederhana namun mendalam: menghadirkan ruang belajar yang membuat anak-anak semakin betah belajar, tumbuh percaya diri, dan siap bersaing dengan generasi lainnya. (sazali/rel)







