FORUM BLANGKEJEREN | Puluhan hektar sawah yang berada di bantaran sungai Kuala Tripa Kampung Pasir sampai Kampung Pulo Gelime Kecamatan Tripa Jaya, terendam banjir. Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi hingga membuat sungai Kuala Tripa yang mengalir dari Blangkejeren melintasi sepanjang desa yang ada di kecamatan Tripa jaya, meluap dan membobol beronjong yang membentengi areal persawahan Desa Pasir dan Pulo Gelime.
Anggota DPRD Gayo Lues dari Dapil Dua, H Ibnu Hasim, mengatakan, akibat banjir yang terjadi Senin malam (22/11/21), ratusan hektar sawah masyarakat dari Desa Pasir sampai Desa Pulo Gelima terendam banjir. Akibatnya, kedua desa tersebut terancam gagal panen. Banjir kerap terjadi di desa tersebut akibat beronjong sebagai benteng sawah mengalami kerusakan digerus air sungai.
“Meluapnya air sungai ke areal persawahan masyarakat terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Penyebab lain adanya pendangkalan sungai Kuala Tripa hingga tidak dapat menampung debit air yang besar dari hulu sungai yang berada dari kecamatan Blangjerango, kuta Panjang dan Dabun Gelang, Blang Pegayon dan Blangkejeren,” tutur Ibnu Hasim, Selasa (23/11/2021).
Ibnu meminta agar pemerintah daerah bisa membangun beronjong di bantaran Kampung Pasir dan Pulo Gelime yang sudah terkena abrasi. Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat yang setiap tahunnya terancam oleh luapan sungai Kuala Tripa. Apalagi, beronjong yang lama dibangun sudah mengalami kerusakan karena terhantam arus sungai yang besar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues, Suhaidi mengatakan akan menurunkan tim survey ke lokasi banjir dan melaporkan kepada pimpinan. “Bila kondisi memang perlu penanganan yang serius, akan kita musyawarahkan bersama pimpinan, bagaimana solusinya agar masyarakat bisa terlindung dari luapan sungai Tripa dengan aman dan nyaman,” ujarnya. (Bayu)








