FORUM MEDAN | Majelis Amal Sosial Pimpinan Wilayah Alwashliyah Sumatera Utara menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) tentang tata kelola panti asuhan. Diklat juga bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi, keahlian dan keterampilan dalam konteks penyusunan rencana Majelis Amal Sosial Alwashliyah ke depan.
Diklat digelar di Aula Stadion Cafe, Jumat (29/07/2022). Hadir dalam acara ini, Majelis Amal Sosial PB Alwashliyah Dr H Ismail Efendi, Ketua PW Alwashliyah Dr H Dedi Iskandar Batubara, pengurus Alwashliyah Sumatera Utara dan PD Alwashliyah Kota Medan. Hadir juga perwakilan Panti Asuhan Alwashliyah Ismailiyah, Panti Asuhan Alwashliyah Kota Binjai, Panti Asuhan Alwashliyah Labuhanbatu dan kader-kader Alwashliyah.
Diklat yang berlangsung sehari penuh itu diisi dengan sejumlah materi dari beberapa narasumber. “Diklat ini sangat baik. Kita mengapresiasi kegiatan yang sangat positif ini. Semoga dengan Diklat ini, diharapkan dapat membawa hal positif ke depannya untuk perbaikan tata kelola pengelolaan panti asuhan,” ucap Dr H Ismail Efendi dari PB Alwashliyah.
Hal senada disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Alwashliyah Sumatera Utara, Dr H Dedi Iskandar Batubara SSos SH MSP. “Kita berharap Mejelis Amal Sosial Alwashliyah dapat berkontribusi penuh untuk ummat, dan dapat dirasakan warga Washliyyin manfaatnya sesuai panca Amal Alwashliyah. Program – program Majelis Amal Sosial yang sangat berkaitan dengan ummat, perlu segera dieksekusi pelaksanaanya,” tutur Dr H Dedi Iskandar Batubara.
Sementara, Ketua Majelis Amal Sosial PW Alwashliyah Sumatera Utara, ustadz Erwinsyah Putra, dalam laporannya mengatakan, tujuan diadakannya Diklat Amal Sosial Alwashliyah Sumatera Utara ini adalah untuk meningkatkan silaturahmi, keahlian, dan keterampilan dalam konteks penyusunan rencana majelis amal sosial ke depan.
“Kita punya program setiap bulan minggu pertama mengadakan acara Wirid Yasin , do’a bersama yang khusus kita hadiahkan kepada para pejuang, pendiri, tokoh, dan warga Washliyah yang sudah mendahului kita,” paparnya.
Selain itu, digelar juga doa selamat sekaligus munajat agar warga Alwashliyah tetap eksis menjalankan amanah organisasi dengan tetap meneruskan perjuangan para ulama dan syuhada. “Acara do’a bersama ini terbuka untuk umum,” sebut ustadz Erwinsyah Putra.
“Kita juga sudah membentuk STM bagi seluruh warga Alwashliyah, yang dikelola oleh kader- kader Alwashliyah secara profesioanal dan transparan. Ke depan mekanisme STM ini, akan kita sosialisasikan sampai tingkat ranting seluruh kabupaten kota,” tukasnya. (zas/re)







