Proyek Taman Kota di Tamiang Senilai Rp 10 Miliar Belum Selesai Dikerjakan

IMG 20210716 WA0083

FORUM ACEH | Proyek Taman Kota yang berada di Dusun Bukit Tempurung, Kampung Tanjung Rambut, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, senilai Rp 10 miliar, belum selesai dikerjakan oleh pihak pelaksana 

Sumber anggaran proyek tersebut dikabarkan berasal dari dana hibah bantuan Pemerintah Arab Saudi, tahun 2020, yang diberikan pada Pemerintahan Aceh untuk program Taman Kota di sejumlah provinsi yang ada di Indonesia. 

“Proyek taman kota ini sumber anggarannya berasal dari dana hibah Pemerintahan Arab Saudi, yang diberikan untuk Pemerintah Aceh, dan Aceh Tamiang salah satu kabupaten yang mendapatkan proyek tersebut. Kalau tidak salah, Provinsi Riau dan Batam mendapatkan juga dana hibah untuk taman kota tersebut,” kata Roby, salah seorang pengawas proyek tersebut kepada Forum Keadilan, Jumat, (16/7/2021). 

Roby menambahkan, proyek tersebut dikerjakan pada Oktober 2020. Dan ia mengaku, belum selesainya proyek itu dkerjakan, karena lokasi proyek terkena banjir di bulan Desember 2020 dan bulan Januari 2021 lalu, sehingga sampai bulan Juli 2021 pihak pelaksana masih mengerjakan proyek tersebut. “Insya Allah, antara bulan September hingga Oktober 2021 ini, proyek ini diselesaikan oleh pihak pelaksana,” prediksi Roby. 

Disinggung, apakah proyek taman kota yang dikerjakan tersebut tidak ada batas waktu pengerjaannya? Roby dengan jujur tidak memahami hal itu. “Kurang tau juga saya, apakah ada batas waktu pengerjaannya atau tidak. Nanti tanyakan saja kepada Konsultan proyek ini bang,” terang Roby kepada Forum Keadilan. 

Kemudian saat ditanya, apa saja inprastruktur dan fasilitas yang dikerjakan pada proyek taman kota yang menelan anggaran sebesar Rp 10 Miliar tersebut. Dan mengapa plang pada proyek tidak terpasang?. Roby memaparkan, inprastruktur dan fasilitas yang dikerjakan pada proyek itu, diantaranya bangunan Jogging Track (parit yang ditutup untuk pejalan kaki) sepanjang satu kilometer, halaman taman plus meja dan tempat duduk terbuat dari beton, serta rest area (tempat istirahat) bagi para pengunjung. 

“Sebelum lokasi proyek ini terkena banjir, ada terpasang plang proyeknya. Mungkin karena sudah rusak, makanya plang tidak terpasang lagi,” jelas Roby. 

Iftah, selaku pihak konsultan pada proyek taman itu saat dikonfirmasi Forum Keadilan via selular, Jumat (16/7) tidak dapat dihubungi. (Sutrisno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *