DAERAH  

Dari Ujung Padang untuk Aceh Tamiang: Aksi Kemanusiaan Berangkatkan Dua Truk Bantuan

12a016f1 24eb 4a20 b9ef 1c8db57213d7

FORUM SIMALUNGUN | Di Pusat Pasar Haji Budi, Ujung Padang, Simalungun, Jumat sore (12/12/2025), embusan angin lembut bercampur riuh suara warga yang datang berbondong-bondong. Tidak ada transaksi jual beli seperti biasanya. Hari itu, pasar berubah menjadi titik pertemuan hati: tempat masyarakat melepas dua truk besar yang membawa harapan bagi korban bencana di Aceh Tamiang.

Di antara kerumunan, tampak para pemuda komunitas relawan hilir-mudik memastikan kardus, karung, dan kantong plastik berisi bantuan tersusun rapi. Wajah mereka lelah, tetapi mata mereka penuh semangat. Sepekan penuh mereka bergerak dari satu nagori ke nagori lain, mengetuk pintu rumah warga, mengajak siapa pun yang mampu untuk berdonasi.

“Ini gerakan tulus,” ujar Ketua Komunitas, Heri Sefri Suganda Dalimunthe, dengan suara yang terdengar mantap namun sarat emosi. “Kami hanya menjadi perantara. Yang besar itu hatinya masyarakat.”

Yang terkumpul bukan sekadar barang—tetapi kisah kepedulian. Ada pakaian layak pakai, air mineral, mie instan dan obat-obatan. Ada pula beras, selimut, pampers, makanan kering dan kebutuhan darurat lainnya. Semuanya bantuan itu hasil gotong royong warga Ujung Padang yang terpanggil membantu masyarakat Aceh Tamiang. Tidak ada yang terlalu kecil, semua dianggap berarti.

Tumpukan donasi itu kemudian dimuat ke dalam dua truk  Fuso roda 10 BK 8528 TE yang dikemudikan Mulio dan Fuso roda 6 BK 8510 TY yang dikemudikan Ahmad Hidayat. Keduanya bersiap menempuh perjalanan panjang selama dua hingga empat hari, melewati cuaca yang tak menentu dan jalur pegunungan yang licin. Namun para pengemudi itu tak gentar. “Bawa aman sampai tujuan, bang,” ujar beberapa pemuda sambil menepuk bahu mereka.

Sekitar pukul 16.00 WIB, acara pelepasan dimulai dengan suasana yang syahdu. Di antara warga yang berdiri melingkar, tampak pula para tokoh penting hadir menunjukkan dukungan. Tampak anggota DPRD Simalungun, H. Budi Heriyanto Dalimunthe, SE, M.Si, Kapolsek Bosar Maligas diwakili Aiptu Misdi, Danramil 07 Bosar Maligas diwakili Babinsa Sertu Chandra Alfian, Camat Ujung Padang diwakili Jamil Amri, SE. tokoh masyarakat Sugeng Pratikno, para Pangulu dan tokoh agama.

Kapolsek Bosar Maligas, IPTU Sonni G. Silalahi, SH, menegaskan bahwa Polri hadir sepenuhnya mendukung aksi kemanusiaan tersebut. “Sinergi seperti inilah yang memperkuat kita sebagai bangsa,” ujarnya.

Sertu Chandra Alfian pun menyampaikan hal serupa. Baginya, kehadiran aparat hanyalah bagian kecil—yang besar adalah kekuatan warga itu sendiri.

Sore itu, di bawah langit yang mulai menguning, masyarakat Ujung Padang berdiri menyaksikan dua truk perlahan bergerak meninggalkan pasar. Beberapa orang mengangkat tangan, melambai, seolah mengirimkan doa terakhir sebelum kendaraan itu hilang di tikungan.

Aksi ini mungkin sederhana. Tidak megah. Tidak viral. Namun dari momentum seperti inilah wajah asli masyarakat terlihat: tangan-tangan yang terulur, waktu yang disisihkan, tenaga yang tidak pernah diperhitungkan.

Comunitas Donasi Bencana Alam Kecamatan Ujung Padang berharap aksi spontan ini mampu menjadi inspirasi. Bukan hanya di Simalungun, tetapi juga di wilayah lain yang mungkin tengah menunggu uluran tangan. Sebab, di balik dua truk Fuso yang menuju Aceh Tamiang, ada satu pesan yang sangat kuat: bahwa ketika bencana memisahkan, kemanusiaanlah yang menyatukan. (Yudha Akmal)