DAERAH  

BPBD Medan Ajak Musisi Jadi Relawan Tanggap Bencana

5c58feeb eee7 4111 95db 4ad3e59f832d
Acara panggung hiburan musik dalam menyemarakan HUT RI ke 77 di halaman Kantor BPBD Kota Medan

FORUM MEDAN | Keberadaan para musisi baik itu rocker ataupun musisi daru genre lainnya, diajak perduli terhadap bencana alam.

Sebab para musisi dianggap sangat tepat untuk diperbantukan menjadi relawan tanggap bencana. Salah satu fungsinya adalah membantu therapy self healing (penyembuhan luka batin yang mengganggu emosi) bagi para korban bencana.

Gagasan bahwa musik dapat mempengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku sudah tidak diragukan. Terlebih kehadiran musik bergenre rock yang biasanya dapat menularkan emosi pendengar menjadi lebih bersemangat.

Harapan ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kota Medan, Muhammad Husni, SE, M.Si  Kota Medan, di sela-sela acara panggung hiburan musik dalam menyemarakan HUT RI ke 77 di halaman Kantor BPBD Kota Medan, Kamis (17/8/2022) malam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspika dan dimeriahkan oleh musisi rock legend kota Medan seperti, Iskandar Sembiring, CO Project, Taxman, Circle Band, Bais Gondrong (Vokalis Power Meta) dan DEE MC Legend Band.

Husni sengaja mengajak para musisi rock untuk berkolaborasi memeriahkan semarak HUT RI agar dapat menghibur lewat lagu lagu rock legend yang hingga saat ini masih banyak digandrungi masyarakat.

Sekaligus menjadi momentum tepat untuk memotivasi para rocker agar kedepannya turut aktif terlibat dalam kegiatan sosial sebagai relawan tanggap bencana.

“Kita menyadari kota Medan salah satu kota legend yang banyak melahirkan musisi handal di tahun 70–80 an. Saat ini banyak musisi ingin menujukan kreatifitasnya, maka dari itu kami dengan pihak kecamatan dan kelurahan berkompelasi menggelar HUT RI dengan tema ‘Semarak Kolaborasi Rocker Tanggap Bencana,” kata Husni yang juga menjabat Ketua Kwarcab Pramuka Kota Medan, sekaligus dikenal aktif terlibat dalam kegiatan musik di Kota Medan tersebut.

Menurutnya, musik adalah instrument penting yang tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan masyarakat. Wajar saja jika musisi merupakan salah satu sosok seniman yang sangat peka terhadap perkembangan terjadi di tengah masyarakat. Diantaranya kerja nyata sudah teruji adalah, lewat beberapa kegiatan yang pernah dilakukan mengatasnamakan rasa kepedulian musisi terhadap situasi bencana.

Peran aktif musisi tersebut lah menjadi alasan dasar bagi Husni, untuk memikirkan kelangsungan edukasi maupun sosialisasi terhadap kondisi yang dapat menyebabkan bencana di tengah masyarakat.

“Makna kemerdekaan adalah, berkarya dalam kebaikan. Saya berharap musisi akan terus kreatif membangun kesadaran dan rasa kepedulian melalui karya kebaikan,” tutup Husninya mengakhiru.

Sementara musisi legend kota Medan, Iskandar Z Sembiring mengatakan, sebenarnya hiburan masyarakat tak lain ada pesan kepada setiap warga agar tidak lagi membuat sampah ke sungai.

“Diminta kesadaran warga agar lebih dikedepankan. Sebab sampai detik ini untuk menjaga lingkungan dengan tak membuang sampai ke sungai belum terbukti. Maka dari itu, Perwal seperti tidak tegas pada warga harus dilakukan,’ kata backing vocal Godbless ini serius.

Dikatakan, dengan ikut campurnya para musisi peduli lingkungan adalah, memperkokoh Keberadaab BPBD kota Medan dalam hal menanggulangi bencana banjir di kota terbesar nomor tiga di Indonesia.

“Sudah jelas BPBD kota Medan akan banyak personilnya dalam hal mengatasi bencana banjir dan lainya. Dan kalo itu terwujud, maka sungai akan bersih dan bisa dijadikan wisata air,” pungkas Iskandar mengakiri. (kesuma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *