Kemudian AS juga menjelaskan tentang sepakterjang Andi Jatmiko dalam konsorsium judi 303 Apin BK. “Dia orangnya pendanaan untuk 303. Pendanaan. Modal dari Andi Jatmiko. Jadi orang (Apin BK-red) itu yang belanja, mengelolah,” papar AS kepada wartawan yang menghubunginya sebagai konfirmasi atas penjelasan HIMMAH Sumut yang mendapat informasi dari dirinya.
Ditanya apakah Andi Jatmiko turut memodali Apin BK dalam pengelolaan judi? AS dengan tegas menyatakan ikut. “Jadi dia ikut memodali Apin BK dalam pengelolaan judi. Ya ok. Kita kan hamba Tuhan, kita harus mau tegakkan hukum kita lho pak. Saya ini hamba Tuhan pak!” katanya meyakinkan wartawan kalau dirinya tidak berbohong.
Secara terpisah, ZR yang turut dihubungi wartawan juga membenarkan kalau Andi Jatmiko adalah anak Atjai yang diduga bandar judi Jalan Terendam. “Ya ya,” tutur ZR dari ujung telepon saat dihubungi di depan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam HIMMAH Sumut.
Ketika ditanya apakah benar informasi bahwa Andi Jatmiko turut memodali konsorsium judi 303 Apin BK? “Ya ya bang,” jawab ZR.
Informasi dugaan keterlibatan Andi Jatmiko dalam bisnis judi 303 Apin BK, kata Awaluddin, sudah disampaikannya kepada Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi. “Ok trimkasih infonya,” sebut Hadi melalui WhatsApp yang ditunjukkan Awaluddin kepada wartawan.

Awaluddin kembali menjelaskan dugaan kerajaan bisnis judi jaringan Apin BK. Menurutnya, bisnis judi di Medan dan sejumlah daerah lainnya di Sumatera Utara sudah beroperasi bertahun-tahun. Omsetnya belasan miliar rupiah setiap hari. Bisnis maksiat ini acap berjalan mulus karena diduga memberi ‘upeti’ kepada oknum-oknum tertentu agar tutup mata. “Bukan rahasia umum lagi, informasi bersilweran kalau ada oknum-oknum yang diduga menerima ‘upeti’ setiap minggu atau setiap bulan dari bandar-bandar dan bos judi di Medan,” ujarnya.
Apin Bak Kim alias Apin BK, sebut Awaluddin, ditengarai bukanlah pemodal tunggal dalam pengelolaan bisnis judi di Medan. Ia diduga hanya bahagian dari konsorsium sindikat judi yang melibatkan berbagai pihak secara sistemik. Jaringannya disebut merambah Kamboja, Filipina dan Vietnam. “Modal judi yang dikelola Apin BK disebut-sebut sebahagian berasal dari mafia-mafia judi. Mereka patungan, persis konsorsium. Sebagaimana informasi dari warga, salah satu pemodal Apin BK ya Andi Jatmiko itu,” tukasnya seraya berharap pihak kepolisian menindaklanjuti informasi warga tersebut agar terang benderang.
Demi citra dan nama baik Polri, tambah Kiki, HIMMAH Sumut mendukung penuh Polda Sumut mendalami aliran dana judi 303 Apin BK termasuk mengungkap dan menggulung jaringannya dengan menerapkan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Untuk mengetahui dan mengungkap sumber dana serta aliran dana judi Apin BK, perlu dilakukan penyisiran terhadap oknum-oknum yang terlibat dari hulu hingga hilir. Termasuk menyelidiki dan memeriksa serta menangkap Andi Jatmiko,” tandasnya.
Sementara itu, wartawan kesulitan untuk konfirmasi kepada Andi Jatmiko terkait informasi kalau dirinya turut memodali atau mendanai judi 303 Apin BK. Selain tidak memiliki nomor teleponnya yang bisa dihubungi, wartawan juga tidak mengetahui dimana keberadaan Andi Jatmiko. Bahkan, ketika disambangi Jalan Terendam Medan Area, kawasan tersebut diportal dan dilindungi kanopi seolah daerah itu terlarang bagi wartawan dan pendatang. Hingga berita ini naik website, keberadaan Andi Jatmiko tidak diketahui untuk konfirmasi. (zas)







