OPINI  

Miris! Hidup Bergantung pada Bantuan

Pemdes Ciakar Salurkan Bansos
Gambar Ilustrasi

Islam juga mempunyai konsep ihyaul mawat atau menghidupkan lahan mati. “Barang siapa yang menghidupkan tanah yang mati, maka tanah itu menjadi miliknya.” (h.r.. Ahmad dan Tirmidzi). Sehingga bagi siapa saja yang ingin mengelola tanah sehingga menjadi lahan yang produktif, maka negara akan mendukung.

Begitu pun akhlak seorang muslim kepada saudaranya. “Barang siapa melapangkan kesempitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melapangkan baginya kesusahan di hari kiamat, dan barang siapa memudahkan kesukaran seseorang, maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat.” (h.r. Muslim).

Kaum muslimin didorong untuk saling mengasihi dan menyayangi, terutama kepada fakir miskin. Bahkan zakat adalah satu kewajiban bagi orang yang mampu dan penyalurannya untuk golongan delapan asnaf, salah satunya adalah fakir miskin. Maka, dengan mekanisme yang sempurna ini, tidak akan kita jumpai orang miskin yang sengsara dalam Negara Islam.

Negara juga harus menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas. Begitu pun dengan kesehatan dan keamanan sosial, negara harus menjamin setiap warga negara mendapatkannya. Karena pendidikan, kesehatan, dan keamanan adalah hak asasi setiap warga negara. Sehingga solusi dari jeratan kemiskinan ini adalah mengganti sistem kapitalisme yang hari ini diterapkan menjadi sistem Islam secara sempurna dalam kancah negara. Karena mekanisme Islam akan memberantas kemiskinan dan menciptakan kehidupan yang adil. Semua itu akan terwujud jika sistem Islam yang paripurna diterapkan oleh negara.

Wallahualam bissawab.