FORUM MEDAN | Anak dikota Medan terkena penyakit gagal ginjal akut. Dan Kepala Bidang Pengendalian Dan Pemberantasan Penyakit (P2p) Dinas Kesehatan Medan Pocut mengakui akan hal itu. Hanya saja pihaknya masih melakukan pendataan, jumlah anak yang terserang penyakit gagal ginjal akut. Banyaknya anak yang terkena gagal ginjal akut jumlahnya 10-15 anak dan masih didata sehingga belum pasti berapanya. Langkah yang diambil oleh Dinas Kesehatan Medan sejauh ini masih melakukan pendataan saja. Untuk diketahui, belakangan ini anak anak di Indonesia banyak yang terserang penyakit gangguan gagal ginjal akut. Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat, di bulan September 2022 penyakit gangguan gagal ginjal akut pada anak melonjak tajam. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 152 kasus yang ditemukan pada anak indonesia. Tribun-Medan.Com. (Senin, 17 Oktober 2022).
Terkait hal ini, penelitian yang dilakukan Kemenkes mendeteksi ada 3 zat kimia berbahaya yang terkandung dalam sirup yang beredar, yakni etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan etilen glikol butir ether (EGBE). Dan bahan-banhan tersebut diduga menjadi pemicu puluhan kasus gagal ginjal akut yang ditemukan diberbagai negara termasuk Indonesia. Dan sejauh ini, Kemenkes telah menghentikan sementara penjualan dan penggunaan obat dalam bentuk sirup demi menjaga keselamatan. Ada dua kemungkinan penyebab obat sirup atau cair bisa mengandung cemaran etilen glikol dan dietilen glikol di atas ambang batas normal. Penyebab pertama berasal dari sisa reaksi yang lazim muncul dalam pembuatan obat. Dan setiap bahan pelarut perlu pemurnian agar cemaran etilen glikol dan dietilen glikol kadarnya bisa aman. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan adalah, banyak pelarut murah beredar sehingga banyak produsen tidak membuang zat sisa etilen glikol dan dietilen glikol padahal sebenarnya masih mengandung pencemar kadar tinggi. Praktik culas seperti ini dilakukan untuk menekan ongkos produksi atau demi keuntungan finansial.
Adanya kasus gagal ginjal akut anak seharusnya menyadarkan penguasa dan masyarakat bahwa ada kesalahan dalam tata kelola kesehatan di negeri ini. Pasalnya kesehatan saat ini dibawah pengelolaan sistem kapitalisme adalah objek menguntungkan yang bisa di perdagangkan. Sistem kapitalisme telah melahirkan kebijakan yang hanya berputar pada persoalan uang, bisnis, dan keuntungan. Negara hadir bukan sebagai pengurus urusan rakyat tetapi regulator yang memuluskan bisnis para korporasi termasuk dalam bidang kesehatan. Padahal sehat adalah hak setiap manusia yang harus didapatkan dan menjadi tanggung jawab negara untuk menyediakannya. Tak heran jika kasus gagal ginjal ini sangat lamban ditangani hingga menelan ratusan nyawa anak. Oleh karena itu, perwujudan kesehatan anak tidak akan pernah terwujud dalam kapitalisme, karena akar permasalahannya bukan pada teknis pelayanan dan penjagaannya, akan tetapi pada sistem kebijakannya.
Di dalam dunia Islam, farmasi lebih dahulu ditemukan ketimbang di dunia Barat. Dengan dorongan sabda Nabi saw. Bahwa setiap penyakit ada obatnya, para ilmuwan muslimin berlomba-lomba mencari, meracik, dan menemukan segala macam obat-obatan. Mereka membuatnya dari bahan-bahan alam, seperti cengkeh, kayu manis, sulfur, merkuri, adas dll. Mereka paham bahwa senyawa seperti alcohol memungkinkan untuk atau dicampur dengan senyawa lain sehingga menjadi obat, namun dzat yang sudah diharamkan Allah untuk dimanfaatkan, haram pula masuk ke dalam daftar senyawa penyusun obat.
Biaya layanan kesehatan harus ditanggung oleh negara, sebagaimana yang telah diperintahkan dalam Islam bahwa mewujudkan kesehatan rakyat adalah tanggung jawab negara. Penyediaan layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan lengkap, mulai dari promotif, preventif, dan kuratif yang merupakan tanggung jawab negara. Dengan pemahaman itu, Negara berusaha sekuat tenaga melakukannya, mulai dari penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai dan pemenuhan gizi yang tercukupi baik kaya ataupun miskin. Pendidikan yang merasa baik untuk masyarakat dikota maupun didesa. Sistem ekonomi baitul mal dalam Daulah Islam akan memberikan uang untuk mencukupi segala kebutuhan rakyatnya termasuk anak-anak. Dimana kekayaan Negara di baitulmal diperoleh dari jizyah,kharaj, fa’i, harta tak bertuan, pengelolaan sumber daya alam dam lain-lain. Semua pendapatan bersifat tetap dan besar sehingga memampukan Negara memberikan pelayanan kesehatan secara memadai, berkualitas dan gratis untuk seluruh rakyat.
Semua bentuk pelayanan yang dilakukan Negara bukan untuk mencari keuntungan. Tetapi semata-mata untuk mengurusi kebutuhan seluruh masyarakat. Hal ini dilakukan atas dasar keimanan dan tanggung jawab karena akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Rasulullah Saw Bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian dimintai pertanggung jawabannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya.” (HR. Bukhari). Seorang khalifah diwajibkan menerapkan seluruh syariat Islam secara menyeluruh. Dan ketika terjadi penyakit disuatu wilayah, maka khalifah akan bertindak untuk meriset penyakit dan pengobatan tersebut. Masyarakat tidak akan dibiarkan menghadapi sendiri penyakit tersebut dan diberikan pelayanan yang tanpa diminta biaya sedikit pun. Maka sudah saatnya untuk menerapkan Islam dalam bernegara agar kehidupan dapat sejahtera. Wallahu’alam Bissawab.









