FORUM MEDAN | Puluhan warga Gang Mapo, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan mendemo Mako Polres Pelabuhan Belawan, Jumat (18/11/2022).
“Apakah pantas polisi menembak sembarangan…apakah pantas polisi membuat kerusuhan” tanya Ale saat orasinya.
“Tidaaak…!…tidak pantas polisi menembak sembarangan dan membuat kerusuhan” jawab pendemo serentak.
“Apa saja tugas polisi,” Ale bertanya kembali ke massa aksi.
“Tugas polisi adalah melindungi serta mengayomi,” jawab balik pendemo.
Dalam peristiwa penembakan Iwan (49) diduga bandar narkoba oleh oknum polisi Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan RS dianggap telah melewati batas kemanusiaan sehingga korban tewas.
“Kami minta Kepada Kapolres agar menegakkan keadilan. Proses hukum yang adil dan jangan ada tembang pilih,” benarkan saudara-saudaraku…!,” ucap Sulas.
Sebagai warga yang taat pada hukum dan perundang-undangan, mendukung POLRI PRESISI. Sehingga Iwan yang belum tentu bermasalah dengan narkoba bisa mati mengenaskan.
“Rudi Simamora harus dipecat dan diproses secara hukum. Karena dia diduga menjadi pemasok sabu terbesar di Belawan. Kalau saja dia tetap dilindungi berarti diduga Kapolres dalam lingkaran guritanya Sambo,” teriak koordinator aksi Sulas.

Aksi penembakan dilakukan diduga oknum polisi berinisial RS seperti menghabisi nyawa binatang, karena setelah Iwan ditembak, RS bersama 2 rekannya melarikan diri.
“Apa dibenarkan menurut undang-undang menghilangkan nyawa seorang tanpa ada pembuktian walaupun orang itu dianggap bersalah,” beber Sulas lagi.
Pendemo didominasi omak-omak itu membawa berbagai spanduk yang bertuliskan ‘memang senjata bisa buat mainan’…’usut tuntas kasus penembakan iwan dan adili oknum polisi pelaku penembakan’
Terpisah, menurut abang korban Hasbullah, sedari dahulu oknum polisi RS sering berkunjung ke Gang Mapo, Kelurahan Pekan Labuhan.
“Aku mengenal RS 15 tahun lamanya. Warga disini pun sudah mengetahui sepak terjangnya. Dia sudah kaya dari kerja haramnya,” tutur Hasbullah.
Diketahui melalui Hasbullah kalau Almarhum Iwan pernah menjadi bandar narkotika. Namun saja pekerjaan melawan hukum itu telah ditinggalkannya setahun yang lalu.
“Nggak benar Almarhum bede sabu. Almarhum sekarang sudah jualan nasi goreng di kawasan Belawan,” ungkap Hasbullah.
Hal yang menggelitik di salah satu laman facebook warga. Ada warganet bernama Azwan menyeletuk …” Ada Sambo Cabang Belawan”
Dan satunya lagi komen warganet Razi “masih didalam perut udah tahu siapa dia…hahahahaha”.(man)







