Seharusnya dengan adanya data yang menyebutkan bahwa satu perempuan meninggal setiap dua menit. Seharusnya ini merupakan tugas atau amanah yang harus dikerjakan oleh lembaga yang bergabung di bawah lembaga PBB. Karena PBB merupakan lembaga yang menyalurkan bantuan yang diberikan oleh negara-negara yang menyalurkan donasinya untuk membantu negara-negara yang rakyatnya masih hidup dalam taraf kemiskinan.
Sejatinya dengan adanya donator dari berbagai negara yang terkabung dalam Badan Perserikatan Bangsa-bangsa, mereka bisa membantu memulihkan perekonomian dan kesehatan negara yang sedang terpuruk akibat dari peperangan. Maka ketika perekonomian mulai membaik maka pelayanan kesehatan akan ditingkatkan dan para ibu hamil dan melahirkan tidak akan mengalami krisis kesehatan lagi. Karena ekonomi membaik, secara otomatis kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan akan terjaga karena asupan gizinya terpenuhi, sehingga angka kematian ibu tidak berisiko tinggi.
Namun, itu semua tidak bisa terlaksana dengan baik karena negara yang tergabung dalam PBB merupakan negara pengusung perekonomian kapitalis, segala sesuatu masih diukur untung ruginya, dengan dihentikan bantuan untuk pembangunan Afghanistan ini menunjukkan mereka masih memikirkan timbal balik dari memberi bantuan tersebut. Seharusnya sebagai lembaga yang bersifat kemanusiaan tidak boleh lagi memikirkan untung maupun rugi. Dengan membantu memulihkan perekonomian serta merta kesehatan pun akan bisa diakses. Inilah buruknya ekonomi dengan sistem kapitalis.
Mereka para penguasa dalam menyelesaikan suatu persoalan hanya fokus pada penyelesaiannya saja tanpa mencari penyebab akar masalah, solusi yang diberikan hanya bersifat sementara tanpa memikirkan bagaimana angka kematian itu bisa diatasi. Dengan mengentaskan kemiskinan risiko kematian ibu hamil dan melahirkan bisa dicegah.
Semua itu tidak bisa diharapkan dengan sistem kapitalis, karena sistem kapitalis peraturan atau hukumnya tidak mengikat dan bisa berubah-ubah sesuai dengan keinginan nafsu. Berbeda dengan Islam, Islam memandang dalam membantu sesama manusia ini diibaratkan satu tubuh. Seperti yang ada dalam hadis Rasulullah saw. yang berbunyi, “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut sakit dan panas (turut merasakan sakitnya). (h.r. Muslim).
Maka, dalam Islam ketika dijumpai adanya krisis kesehatan yang menimpa rakyat di suatu wilayah, maka Khalifah akan menyediakan layanan kesehatan dengan baik. Termasuk pada Ibu hamil dan melahirkan. Karena dalam Islam kesehatan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh negara (Khalifah). Apalagi dalam Islam Ibu merupakan pencetak generasi peradaban. Dalam Islam ibu adalah guru pertama bagi anak-anaknya sehingga negara akan berupaya menjamin kesehatan rakyat dengan meningkatkan pelayanan secara prima. Sehingga tidak akan ada lagi kasus kematian Ibu hamil dan melahirkan disebabkan karena fasilitas kesehatan yang tidak memadai.
Wallahualam bissawab.







