Dinkes Aceh Utara: Dasar Imunisasi Lengkap Untuk Anak Usia 0 Hingga 8 Tahun

Imunisasi Lengkap

Vaksin Polio untuk mencegah penyakit polio pada anak. Kebanyakan orang yang terinfeksi polio memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. Namun, beberapa infeksi dapat menjadi sangat serius dan menyebabkan kelumpuhan atau ketidakmampuan bergerak pada bagian tubuh tertentu, seperti lengan, kaki atau otot pernapasan. Tidak ada obat untuk infeksi polio.

Vaksin BCG untuk mencegah TB atau tuberculosis, yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis.

Vaksin DPT adalah vaksin kombinasi untuk mencegah tiga penyakit, yakni difteri, pertussis dan tetanus.

Vaksin PCV untuk mencegah penyakit seperti radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis) dan infeksi darah (bacteremia)

Vaksin rotavirus untuk melindungi anak dari penyakit gastroenteritis (radang pada lambung dan usus), yang ditunjukkan dengan gejala seperti diare akut, muntah, demam, anak sulit makan dan minum serta sakit perut.

Vaksin influenza untuk mencegah penyakit flu yang menyerang saluran pernapasan.

Vaksin MR/MMR untuk mencegah penyakit Campak, Rubella dan gondongan.

Vaksin Japanese encephalitis (JE) untuk mencegah penyakit radang otak.

Vaksin Varisela untuk mencegah cacar air atau chickenpox.

Vaksin hepatitis A untuk mencegah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A.

Vaksin tifoid polisakarida untuk mencegah penyakit tifus.

Vaksin HPV untuk mencegah virus Human Papillomavirus yang menyebabkan infeksi kulit, termasuk kutil kelamin.

– Dampak Jika Tidak Imunisisasi

Anak yang tidak diimunisasi memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian. Ini karena tubuh tidak memiliki sistem pertahanan khusus yang dapat melindungi tubuh dari penyakit-penyakit berbahaya tertentu, sehingga kuman akan semakin mudah berkembang biak dan menginfeksi tubuh anak. “Lebih Baik Demam Sesaat, ketimbang Sakit Berkepanjangan,” kata Samsul. (Advetorial)