FORUM MEDAN | Persoalan dana Bansos (bantuan sosial) jenis PKH (Program Keluarga Harapan) beresiko besar terjadi penyelewengan. Ada apa dengan pihak BRI dan Pendamping PKH dari Kementerian Sosial?
Seperti yang terjadi pada penerima PKH Latifah Hanum warga Jalan Syahbudin Yatim, Lingkungan 10, Kel.Pekan Labuhan, Kec.Medan Labuhan.
Penerima bantuan orang miskin tersebut terkesan dibola-bolai pihak pendamping PKH Kemensos dan Kepala Unit BRI Labuhan Medan Labuhan.
Diketahui dari Yasir Hidayat bagian Administrasi Pangkalan Data PKH Kota Medan kalau Latifah Hanum dari tahun 2020 adalah sebagai penerima PKH dengan nomor rekening 532101003997528 di BRI Unit Labuhan Medan Labuhan.
Namun anehnya hingga kini Latifah Hanum belum juga menerima buku tabungan serta ATM dari BRI Unit Labuhan.
Sebelumnya Kepala Unit BRI Labuhan Jumat (30/7) berjanji akan bertemu dengan pemilik rekening PKH Latifah Hanum dan suaminya Zakaria serta pendamping PKH Kemensos Dona Ekawati pada Senin (2/8/2021).
Tapi di hari Senin pagi Latifah Hanum dan Suaminya ditelantarkan dengan alasan Kepala Unit BRI Labuhan Zulkifli Manurung tak dapat ditemui dengan alasan sedang ada kegiatan diluar.
Penelusuran awak media saat ini diketahui ada data transaksi masuk di buku tabungan PKH atas nama Latifah Hanum nomor rekening 532101003997528 di BRI Unit Labuhan Medan Labuhan.
Data uang masuk di buku tabungan PKH Latifah Hanum tertanggal (30/7/2021) Rp 600 ribu dan tanggal (31/7) sebesar Rp 200 ribu.
Konfirmasi wartawan kepada Kepala Unit BRI Labuhan Zulkifli Manurung tak mendapat jawaban.
Kiriman konfirmasi melalui layanan WhatsApp terkirim dan dibaca dengan tanda contreng biru.(man)








