Atlet Sumut Harus Matangkan Persiapan dengan Junjung Tinggi Prokes

IMG 20210804 WA0315


FORUM MEDAN | Atlet-atlet Sumatera Utara (Sumut) mematangkan persiapan, jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, 2-15 Oktober mendatang.

Dalam kondisi pandemi, persiapan tetap dilakukan dengan program Pelatda oleh masing masing Pengprov secara intens dengan menjunjung tinggi penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI ) Sumatera Utara menyiapkan sebanyak 186 atlet dari berbagai cabang olahraga untuk berlaga di arena pesta olahraga tanah air yang digelar empat tahun sekali.

“Sebagai pelaku olahraga saat bertanding harus menjunjung tinggi sportivitas. Namun pandemi saat ini para atlet harus menjunjung tinggi penerapan Prokes sehingga terhindar dari paparan virus Covid-19,” kata Ketua KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis di Medan, Rabu (4/8/2021).

Ia mengatakan sejauh ini persiapan atlet berjalan sesuai program yang telah disusun,
hanya saja beberapa latihan untuk sejumlah cabang olahraga sementara tertunda karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Demikian juga halnya latih tanding keluar daerah juga sementara ditiadakan dan persiapan atlet sementara ini dimaksimalkan di Asrama Haji saja.

“Ini tetap kita patuhi sesuai protokol kesehatan dan akan dijalankan sampai PPKM usai diberlakukan, baru nantinya atlet bisa latihan secara maksimal dibawa bimbingan pelatih masing-masing,” katanya.

Dikatakan, dalam masa pandemi intensitas latihan terpusat tetap dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Selain itu, try out untuk menilai kemampuan atlet terdapat beberapa penundaan. Persiapan atlet terus dimatangkan. Selain dengan latihan, para atlet telah divaksinasi.

“Kepada para atlet yang saat ini sudah masuk dalam pemusatan latihan diharapkan tetap menjaga kesehatan, karena jika ada yang sakit dan tak bisa mengikuti latihan sesuai dengan yang sudah diprogramkan, maka namanya akan dicoret,” tegasnya.

Hal itu tentunya, sambung Jhon merupakan kerugian bagi Sumut, karena atlet yang namanya sudah dicoret tidak bisa digantikan oleh atlet lain.

“Para atlet sudah masuk Pelatda penuh. Nama-nama yang sudah terdaftar juga tidak bisa diganti-ganti lagi. Makanya para atlet kami harapkan tetap bisa menjaga kesehatannya dan terhindar dari cedera selama Pelatda, ” terangnya.

Jhon mengatakan, para atlet saat ini sudah menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang dipusatkan di Asrama Haji Medan dibawah bimbingan 56 orang pelatih.

“Selama menjalani Pelatda, para atlet digembleng secara intensif di bawah bimbingan masing-masing pelatih demi mencapai hasil maksimal di PON Papua nanti,” pangkas Jhon. (kesuma)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *