FORUM ASAHAN | Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan, mengapresiasi kinerja Polres Asahan dan tim PPKM dalam menjaring pelaku narkoba di sebuah hotel yang memiliki tempat hiburan malam. MUI meminta polisi mengusut tuntas pemasok narkoba di lokasi tersebut, termasuk yang digunakan lima anggota DPRD Labuhanbatu Utara.
“Kita mengapresiasi kinerja Polres Asahan dan tim PPKM dalam mengungkap kejadian di hotel yang mempunyai karaoke itu. Kita minta supaya pelaku (pemasok narkoba-red) diusut tuntas. Apalagi lokasi dugem itu, hanya beberapa meter dari mesjid,” ucap Ketua MUI Asahan, Buya H Salman, Minggu (8/8/2021).
Ketua MUI Asahan itu juga menyesalkan kelakuan para anggota dewan yang dugem mengonsumsi narkoba. “Mereka wakil rakyat, tapi menunjukkan kelakuan yang tidak sesuai dengan norma-norma. Apalagi Asahan ini kan sudah level tiga untuk wilayah penyebaran Covid-19,” katanya.
Buya Salman juga meminta agar tim PPKM agar tegas dan lebih mengikuti aturan protokol kesehatan. “Jangan hanya kepada pedagang-pedagang kaki lima dan warung-warung kopi, pihak petugas PPKM sangat tegas dengan menutup usaha mereka jam 21.00,” ujarnya.
Kepada Bupati Asahan, Buya Salman meminta agar mengevaluasi tempat-tempat hiburan di masa pandemic. “Harus ada evaluasi, karena visi misi Bupati Asahan adalah mencipatkan Asahan Religius, dan Berimtaq,” tukasnya.
Sebelumnya, tim PPKM mencokok 17 orang dari lokasi hiburan malam, 15 di antaranya positif naskorba, termasuk 5 anggota DPRD Labuhanbatu Utara. “Dari 17 yang diamankan itu setelah dites urine, dua orang yang negatif narkoba. Sisanya positif narkoba termasuk anggota dewan itu. Mereka mengkonsumsi narkoba saat dugem,” kata Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Nasri Ginting, Minggu (8/8/2021).
Diketahui, lima oknum anggota DPRD Labura tersebut adalah Jainal Samosir (Ketua Fraksi Hanura Labura), M Ali Borkat (Ketua DPC PPP Labura), Khoirul Anwar Panjaitan (DPRD Fraksi Golkar), Giat Kurniawan (Anggota DPRD PAN), dan Pebrianto Gultom (anggota DPRD asal Partai Hanura).
“Penangkapan dilakukan pada Sabtu malam. Saat itu tim gabungan razia PPKM tengah menyisir semua lokasi termasuk tempat hiburan malam,” ujar Nasri.
Nasri mengatakan terdapat 17 orang yang diamankan termasuk lima anggota DPRD Labura. Saat ditangkap ditemukan barang bukti narkoba berupa ekstasi yang baru dikonsumsi.
“Semua yang kita amankan ada 17 orang termasuk lima anggota DPRD Labura. Dari 17 itu terdiri dari 7 wanita dan 10 laki laki. Barang bukti yang diamankan ekstasi. Pecah pecah dia ekstasinya,” katanya.
Secara terpisah, Ketua DPRD Labuhanbatu Utara (Labura) Indra Surya Bakti membenarkan lima anggota dewan diamankan saat razia PPKM di Kisaran. Indra pun menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat kepolisian.
“Benar, kelimanya diamankan polisi. Kita serahkan penanganan kasusnya ke polisi. Kita menghormati apapun itu,” tukas Indra.
Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira, saat dikonfirmasi, membenarkan penangkapan tersebut. Dikatakan, kelima anggota DPRD Labura itu diamankan bersama belasan pengunjung lainnya.
“Iya benar ada diamankan beberapa anggota DPRD Labura oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 di salah satu tempat hiburan malam di Kota Kisaran. Saat ini lagi proses pemeriksaan,” katanya. (tim)









