Tenaga Kontrak PDAM Tirta Tamiang di Evaluasi Tehnik Penagihan 

IMG 20210831 WA0121

FORUM ACEH | Untuk melihat kemampuan kinerja, sejumlah tenaga kontrak di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang, di evaluasi tehnik dalam penagihan terhadap pelanggan oleh Direktur PDAM Tirta Tamiang, Ismail didampingi sejumlah staf di PDAM. 

Selain dilakukan evaluasi tehnik penagihan, sejumlah tenaga kontrak di PDAM itu, juga diminta untuk mempraktekan cara menagih tunggakan pembayaran air PDAM terhadap pelanggan. 

Zulfani, 21, salah seorang calon tenaga kontrak di PDAM, kepada Forum Keadilan, Selasa (31/8/2021) mengaku sudah satu bulan mengikuti proses magang di perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aceh Tamiang itu, sebagai calon tenaga kontrak di bidang membaca meteran yang terpasang di setiap rumah pelanggan PDAM.  

“Alhamdulillah, dengan mengikuti magang selama satu bulan, saya sudah menjalankan tugas seperti yang diharapkan oleh pimpinan. Insya Allah, genap satu bulan ini, saya sudah menerima honor dari PDAM,” ungkap Zulfani. 

Zulfani menambahkan, dirinya merasa bersyukur telah diberi kesempatan bekerja di PDAM Tirta Tamiang tersebut, karena di perusahaan itu, bila baik dalam menjalankan kinerja dan tidak pernah melakukan kesalahan, masa bakti kerja bisa mencapai 56 tahun. 

“Buat saya, gaji berapa pun yang diberikan oleh PDAM, itu tidak menjadi soal, yang penting, kita bisa bekerja dengan baik sampai masa bakti 56 tahu. Apalagi sekarang cari kerja sangat sulit. Alhamdulillah, saya bisa bekerja di perusahaan tersebut,” syukur Alfani.

Direktur DPAM Tirta Tamiang, Ismail ditemui Forum Keadilan, di ruang kerjanya, Selasa (31/8/2021) mengatakan, sejumlah tenaga kontrak yang menjalankan tugasnya dalam setiap minggunya dilakukan evaluasi tehnik penagihan terhadap pelanggan PDAM. Hal itu dilakukan agar para tenaga kontrak bisa menjadi ujung tombak dalam keberhasilan managemen perusahaan air bersih tersebut.

“Ini minggu yang ketiga kita melakukan evaluasi tehnik penagihan kepada para tenaga kontrak. Dengan dilakukan evaluasi dalam setiap minggunya, tentu akan menjadikan mereka sebagai tenaga sekill yang dapat dihandalkan menjadi ujung tombak perusahaan dalam melakukan penagihan tunggakan pembayaran air yang dilakukan oleh para pelanggan. Semoga mereka bisa bekerja dengan baik,” ujar Ismail mengakhiri. (Sutrisno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *