FORUM LUBUK PAKAM | Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) telah dilakukan sejak 6 September 2021 kemarin. Siswa tampak antsusias dan semangat mengikutinya. Demikian juga dengan tenaga pendidik. “Mereka gembira,” kata Kadis Pendidikan Deli Serdang HS.Sos Tumanggor MAP
melalui Kabid Pembinaan SD Samsuar Sinaga SPd, MSi di ruang kerjanya, Selasa (7/9/2021) lalu.
Pelaksanaan PTMT ini dilakukan setelah refleksi terhadap simulasi yang dilakukan pada tanggal 30 Agustus hingga 3 September 2021. Dimana PTMT ini yang melaksanakannya 729 SD dari 909 SD dan 251 SMP dari 327 SMP. “Penetapan sekolah yang bisa melaksanakan PTMT ini didasarkan pada zona yaitu hijau, kuning, orange yang datanya diperoleh melalui Aplikasi CAD (Corona Analisis Deli Serdang) dari Kominfo Deli Serdang, serta kelengkapan sarana prasarana sudah terpenuhi,” ujar Samsuar Sinaga.
Dikatakan Samsuar Sinaga, ada beberapa syarat sekolah untuk melaksanakan PTMT yaitu berada di zona hijau, kuning atau orange covid, kelengkapan sarana prasarana seperti tolilet yang layak, ada tempat cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Kemudian thermogren dan hand sanitaizer, dimana untuk sarana prasarana pembeliannya dianggarkan di RKAS (Rencana Kerja Anggaran Sekolah).
“Ada tim gugus tugas sekolah yaitu tim pembelajaran, kesehatan dan humas. Sekolah harus berkordinasi dengan gugus tugas Covid kecamatan, desa atau kelurahan. PTMT ini dilakukan dua kali dalam seminggu dan dua jam sehari. Selebihnya dilakukan dengan daring,” paparnya.
Menurut Samsuar, kantin sekolah tidak dibuka. Setiap siswa bawa bekal masing masing dari rumah. Para guru mendorong murid untuk atusias dan gembira dalam belajar, misalnya menyanyi dulu supaya hati gembira dan imunitas tubuh tinggi.
“PTMT ini tidak berkewajiban, orang tua siswa membuat surat pernyataan persetujuan dulu jika anaknya ikut PTMT,” katanya.
Menurutnya, kesehatan dan keselamatan tetap prioritas diutamakan. Orang tua siswa diberitahu bila anaknya punya gejala seperti demam, batuk atau pilek, agar anaknya tidak PTMT. “Kantin tidak buka. Tidak ada kegiatan belajar di luar kelas.Waktu pulang bergiliran dan berjarak untuk setiap kelas. Kita berharap peran masyarakat mendukung PTMT itu, misalnya saat pulang sekolah, kalau ada siswa yang berkerumun di luar, atau naik becak dan naik angkot tidak sesuai prokes agar menegurnya. Kita harapkan supaya semua menjaga protokol kesehatan, sehingga penyebaran covid bisa ditekan. Semoga pandemi ini segera berlalu, dan kita bisa kembali belajar tatap muka,” harap Samsuar Sinaga. (Nikson)







