FORUM ASAHAN | Kasus rekanan menjual-jual nama Bupati Asahan Surya BSc, kembali disorot. Kali ini, Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, menanggapi serius kasus bernuansa KKN tersebut.
“Apabila ada indikasi tindakan yang dapat merugikan keuangan negara dan ada laporan dari masyarakat, kita segera melakukan penyelidikan,” tegas AKBP Nugroho Dwi Karyanto menjawab FORUM melalui pesan WhatsApp sebelum lebaran kemarin.
Perwira Polri yang dikenal tegas dalam penegakan supremasi hukum itu berterimakasih atas informasi terkait dugaan bagi-bagi proyek dengan pola penunjukkan langsung di Dinas Pendidikan Asahan. “Kita tunggu saja laporan masyarakat,” tegas AKBP Nugroho Dwi Karyanto.
Kabarnya, proyek pengadaan buku SD dan SMP ditengarai dimonopoli rekanan berinisial N. Disebut-sebut N menjual-jual nama Bupati Asahan Surya BSc kepada para kepala sekolah atas restu pejabat di Dinas Pendidikan Asahan. Bagi kepala sekolah yang tidak mengambil buku dagangan N, konon diancam akan dilaporkan kepada sang bupati yang disebut masih kerabatnya.
Menjelang Ramadhan kemarin, santer informasi bagi-bagi proyek di Dinas Pendidikan Asahan. Seorang rekanan berinisial N yang mengaku-ngaku orang dekat Bupati Asahan Surya BSc, mendatangi kepala sekolah untuk proyek pengadaan buku.
Pemerhati Pendidikan Asahan, Drs Mapilindo MPd, menyesalkan ada pihak yang menjual-jual nama bupati hanya untuk kepentingan proyek pribadi. Mantan anggota DPRD Asahan ini menyebut bahwa pelaksanaan proyek merupakan wewenang Kepala Dinas Pendidikan Asahan. “Kami tidak bisa mencampurinya,” ujarnya.
Saat ditanya terkait pesan singkat oknum N kepada beberapa kepala sekolah, Mapilindo tidak menjawab. “No comment,” katanya.
Sebelumnya diberitakan bahwa seorang rekanan pengadaan buku berinisial N ditengarai menjual-jual nama Bupati Asahan H Surya BSc kepada kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Asahan. Para kepala sekolah yang tidak membeli buku “diancam” akan dilaporkan ke orang nomor satu di kabupaten itu.
Kabarnya, setiap tahun N yang mengaku dekat dengan orang nomor satu di Asahan ini menjual buku pelajaran dan Agenda Kegiatan Ramadhan ke sekolah-sekolah. Usahanya berjualan buku selalu berjalan mulus. Kuat dugaan N juga mendapat restu dari koordinator UPT dan kepala Dinas Pendidikan Asahan untuk menekan Ketua Kelompok Kepala Sekolah (K3S) agar membeli buku dagangannya.
Kabar yang beredar, jika tidak membeli, N mengancam akan melaporkan hal tersebut ke orang nomor satu di Pemkab Asahan untuk menjadi catatan evalusi. Tak heran jika setiap tahun anggaran, N acap mengerjakan paket-paket kegiatan pengadaan buku.
N sendiri beberapa kali hendak dikonfirmasi terkait kedekatannya dengan Bupati Asahan dan kesuksesannya dalam mendapatkan sebagian besar kegiatan pengadaan buku di Dinas Pendidikan Asahan, belum berhasil ditemui.
Untuk memastikan apakah N kerabat dekatnya, Bupati Asahan H Surya yang dikonfirmasi melalui surat, sampai Rabu (19/5/2021) belum memberi jawaban. Salah seorang staf di Kantor Bupati menyarankan wartawan agar menanyakan langsung ke Kadis Pendidikan Asahan. “Tidak tahu siapa saudara N ini,” ujar seorang staf rumah tangga Bupati Asahan yang tidak ingin disebutkan namanya.
Ketika hal ini ditanyakan kepada Kadis Pendidikan Asahan, Sofyan tidak berhasil ditemui. Namun, Kabid SD Misriyanto dan Kabid SMP Mursaid saat ditanyakan soal N, keduanya mengaku tidak mengetahuinya. Mereka berjanji akan mempertanyakan soal N kepada kepala sekolah dan kordinator wilayah masing-masing. “Kami tidak tahu. Nanti akan kami tanyakan kepada kepala sekolah dan kordinator wilayah,” kilah keduanya seakan ada yang ditutupi.
Saat ditunjukan bukti WhatsApp dan chat beberapa kepala sekolah dengan N, baik Misriyanto maupun Mursaid, mendadak diam dan tidak banyak komentar. Meski begitu, keduanya berjanji akan menindaklanjutinya dengan pihak kepala sekolah.
Kadis Pendidikan Asahan Sofyan yang berulang diupayakan konfirmasi, selalu tidak berhasil ditemui. Sementara sekretaris Dinas Pendidikan Pardamean Sitorus berjanji akan menyampaikan hal itu kepada kepala dinas.
Menurut Pardamean Sitorus, Bupati Asahan tidak pernah mengintervensi Organisasi Perangkat Daerah. “Bila ada yang jual-jual nama Bupati, itu jelas merusak nama baik Bupati Asahan,” tegasnya. (tim)








