Batu Gantung dan Legenda Parapat di Pinggiran Danau Toba

Batu Gantung

FORUM PARAPAT | Parapat merupakan kota wisata yang berada di pinggiran Danau Toba, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kota berhawa sejuk ini memiliki cerita atau legenda sehingga dinamakan Parapat.

 Menurut para leluhur, konon Parapat berasal dari kisah seorang putri pasangan suami istri bernama Seruni yang bunuh diri karena menolak dijodohkan dengan pria yang tidak dicintainya. Seruni sebenarnya sudah memiliki kekasih dan sangat sedih dijodohkan orang tuanya dengan pria lain, sehingga mencoba bunuh diri dengan melompat ke Danau Toba dari atas gunung.

Saat menuju puncak gunung batu, Seruni membawa serta anjing peliharaannya, namun tiba-tiba terperosok ke dalam lubang besar hingga masuk ke dasarnya. Seruni yang putus asa akhirnya berdoa dalam hatinya, hidupnya berakhir di dalam lubang besar tersebut. Dia berdoa sambil terus mengucapkan supaya dinding batu merapat dan menghimpit tubuhnya supaya dirinya mati di dalam lubang tersebut.

“Parapat, parapat batu,” ujar Seruni dalam kesedihannya dan berharap dinding batu menghimpitnya hingga mati.

Anjing peliharaan Seruni yang diberi nama Toki melihat tuannya dalam bahaya berlari ke kampung dan memberikan isyarat kepada orang tuanya dengan menggonggong.

Melihat isyarat itu orang tua Seruni mengikuti petunjuk Toki menuju lubang tempat putrinya berada. Namun karena lubang sangat dalam, orang tua Seruni dan warga yang ikut mencari tidak bisa menjangkaunya. Hanya sayup-sayup dari dasar lubang terdengar suara parapat batu, parapat batu, hingga akhirnya terjadi goncangan hebat yang membuat lubang tertutup.

Beberapa saat setelah goncangan hebat itu di atas lubang yang telah tertutup muncul sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis yang seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba.

Orang-orang yang melihat kejadian itu menyakini bahwa batu itu adalah penjelmaan dari Seruni dan kemudian menamainya “Batu Gantung”.

Kemudian karena ucapan Seruni yang terakhir didengar oleh warga hanyalah “parapat, parapat, dan parapat”, maka daerah di sekitar Batu Gantung kemudian diberi nama Parapat.

Kepastian cerita Batu Gantung dan asal mula nama kota Parapat belum ada yang dapat membuktikannya, karena beberapa pengemudi kapal yang ditemui mengatakan Batu Gantung merupakan penjelmaan seorang gadis yang mencoba bunuh diri. Namun, berupaya diselamatkan oleh anjing peliharaannya yang selalu mengikuti sang gadis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *