FORUM JAKARTA | Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) Republik Indonesia meminta Presiden Jokowi mengevaluasi Menteri BUMN Erick Thohir dan Luhut Binsar Panjaitan. Hal itu disampaikan Ketua Umum PP HIMMAH, Abdul Razak Nasution di kantor Jalan Cempaka Putih Timur, Rawasari Jakarta Pusat, Sabtu (6/11/2021).
Kedua menteri tersebut diduga terlibat “bisnis” PCR yakni Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan (LBP).
“Ini sudah sangat mencederai hati seluruh rakyat Indonesia dan mencoreng nama baik Presiden Jokowi, karena kelakuan dua menterinya Erick dan Luhut yang diduga tak serius mengatasi pandemi dan malah mengambil keuntungan dari BISNIS PCR di tengah penderitaan rakyat Indonesia,” ucap Razak.
Diketahui dugaan keterlibatan “Bisnis” PCR ini terkait adanya PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) merupakan perusahaan baru yang didirikan tak lama setelah pandemi Covid-19 merebak di tahun 2020. Sejumlah pengusaha besar patungan untuk membuat PT GSI.
Luhut diketahui memiliki saham di PT GSI secara tak langsung melalui dua perusahaan tambang yang terafiliasi dengannya, yakni PT Toba Sejahtera dan PT Toba Bumi Energi.
Nama pejabat Istana lain yang namanya dikaitkan dalam kepemilikan saham di PT GSI adalah Menteri BUMN Erick Thohir. Dimana ada Yayasan Adaro yang ikut menjadi pemegang saham. Adaro adalah raksasa tambang batubara milik Garibaldi Thohir yang tak lain merupakan kakak Erick Thohir.
“Setelah kami kaji kasus ini dan juga beberapa laporan masyarakat terkait ribet dan susahnya keadaan sekarang yang harus tes PCR padahal sudah vaksin sampai level 2, dugaan kami sudah mengarah adanya permainan Bisnis Modern didalam tubuh istana yakni Kementerian BUMN dan Kemenko MARVES,” imbuhnya
Ketua Umum PP HIMMAH Republik Indonesia meminta Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi kedua Menterinya walaupun orang terdekatnya “Favorite Maid”.
Disamping itu, HIMMAH menantang KPK untuk memeriksa kedua menteri ini. Agar adanya klarifikasi yang valid.
“Saya menantang KPK memeriksa Erick dan Luhut sebagai aktor utama dugaan Bisnis PCR walaupun orang paling dekat Presiden Jokowi,” tegasnya
Dalam waktu dekat HIMMAH juga akan menggelar aksi unjuk rasa ke gedung KPK terkait dugaan “Bisnis” PCR ini.
“Terkait dukungan dan tantangan HIMMAH, kami akan menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat ini ke KPK,” tutup Razak. (rel)







