Menurut Dandim 0103, pihaknya melihat ada 3 possible future bagi stake holder di wilayah Kodim 0103 Aceh Utara dalam membangun Aceh kedepannya. “Pertama kita akan berjalan sendiri sendiri sesuai tupok kita masing-masing seperti saat ini, jika tak berubah. Kedua, kita akan saling berbenturan dengan ego sektoral kita, yang akan mengakibatkan pembangunan ekonomi stagnan kedepan atau kita bisa berjalan beriringan, bersinergi untuk mencapai tujuan bersama,”jelasnya.
Diskusi dipandu moderator Dr. Julius Dharma dari Unimal Lhokseumawe. Kegiatan komunikasi sosial lintas sektoral tersebut dihadiri oleh seluruh unsur Muspida Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Selain itu juga hadir pihak terkait seperti Kadis BPMG, Kadis Perindakop, Kadis DKPP, Kadis Pertanian, Kepala BUMD Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.
Diskusi juga melibatkan, sejumlah 31 Camat di wilayah Kodim 0103/Aut. Selebihnya merupakan stakeholder yang berperan dalam ekonomi makro dan mikro yakni Pejabat di KEK Arun Lhokseumawe. Diantaranya, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe. Para pimpinan Perbankan di Lhokseumawe, seperti Kepala Regional BSI, Kepala Bank Aceh, Bank Danamon, Bank CIMB.

Hadir juga Direktur Pelindo, Dirut PT. PIM, Dirut PT. PAG, Dirut PT. PGE, GM PTPN 1, GM PT Bapco, GM PT. Setya Agung, Kepala KPP Pratama Lhokseumawe, Kepala KPKNL Lhokseumawe dan para pengusaha pelaku usaha di Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Diskusi diawali dengan pemaparan Kepala UPTD KEK Arun, Zulkifli Hamid, tentang situasi terkini KEK Arun. Dalam penjelasnya mengharapkan, dengan fasilitas Tax Holiday dan Tax Allowance serta kemudahan perijinan One Stop Service, bisa menarik investor datang ke KEK. “Jika KEK berjalan makan akan mempekerjakan 40 ribu orang Tenaga Kerja,” umgkap Zulkifli Hamid.
Materi kedua disampaikan Dr. Marbawi dari Unimal Lhokseumawe. Dia menjelaskan tentang ekonomi makro dan mikro serta permasalahannya di Aceh.
Sedangkan pemateri ketiga Tgk.Rifky yang menjelaskan tentang program Binter Kodim 0103 Aceh Utara, terkait produk lidi sawit, nipah dan kelapa. Komoditi tersebut memiliki potensi ekspor ke manca negara.







