Adakalanya juga bahwa kekerasan perempuan sering terjadi karena alasan ekonomi. Islam akan menutup pintu ini dengan menjamin kebutuhan setiap rakyatnya terpenuhi. Baik itu sandang, pangan, papan, kesehatan maupun pendidikan. Bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan, Islam akan membuka lapangan pekerjaan sehingga mereka akan menerima pendapatan yang cukup.
Sedangkan bagi orang-orang yang tidak bisa bekerja, mereka berada dalam tanggungan keluarga. Apabila keluarga tidak mampu, maka negara yang akan menanggungnya. Semua biaya yang dikeluarkan negara akan diambil dari Baitul Mal. Badan keuangan Islam ini akan memperoleh harta dari pengelolaan sumber daya alam (SDA), jizyah, kharaj, fai, ganimah, harta tidak bertuan, harta dari perilaku curang, dan sebagainya. Seluruh pendapatan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Dengan demikian, tidak ada lagi celahterjadinya kasus kekerasan.
Banyaknya kasus kekerasan saat ini harusnya membuka mata kita bahwa sistem kapitalisme sekarang tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan terkesan dibiarkan saja. Kasus kekerasan bukannya tambah sedikit, tetapi tambah banyak. Dengan demikian, jalan satu-satunya untuk memutus rantai kekerasan perempuan dan semisalnya hanya dengan menerapkan Islam secara sempurna dalam bingkai Daulah Islamiyah.Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 208). Wallahu’lam Bissawab.









