OPINI  

Kapitalisme Biang Kerusakan, Rakyat Butuh Perubahan!

kapitalisme 720x570 1
Ilustrasi Sistem Kaplitalis

Banyaknya kasus kerusakan sosial tersebut adalah ciri masyarakat sakit. Perbaikan sosial dalam sistem kapitalisme demokrasi hanya mengandalkan nilai-nilai agama dalam ranah privat, karena sistem kapitalisme tidak pernah serius memperbaiki sosial masyarakat karena trennya selalu naik. Kerusakan sosial adalah masalah sistemik yang menciptakan efek domino masalah-masalah sekunder.

Memang, negeri ini makin karut-marut. Penguasa tidak mampu mengayomi rakyatnya. Kebijakan yang lahir bukannya menyejahterakan rakyat, justru malah membuat rakyat banyak menderita. Mengingat kembali pada saat Islam berjaya di muka bumi ini, tidak ada kasus yang terjadi setiap harinya, yang 200 kasus yang terjadi dalam satu abad, berbeda dengan sekarang. Satu hari bisa mencapai ribuan kasus.

Sudah saatnya rakyat butuh perubahan. Untuk melakukan perubahan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah akar permasalahannya, yakni penerapan sistem kapitalisme-sekuler yang menafikan peran Allah Ta’ala dalam kehidupan.

Kapitalisme memberikan hak hukum pada akal manusia yang lemah dan terbatas. Oleh karenanya, perubahan yang dilakukan bukanlah perubahan berupa pergantian rezim, tetapi perubahan sistem, yakni perubahan dari sistem sekuler menuju sistem Islam. Sistem Islam memperbaiki masalah sosial masyarakat dengan solusi mengakar dari qiyadah fikriyyah Islam yang mencakup pencegahan dan penindakan yang tegas.

Perubahan yang hakiki adalah perubahan yang mampu meningkatkan keimanan masyarakat, agar tumbuhlah saling menyayangi terhadap sesama manusia, mempunyai rasa iba, dan takut membuat kerusakan karna takutnya kepada Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَفَحُكْمَ الْجَـاهِلِيَّةِ يَـبْغُوْنَ ۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّـقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ

“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?” (QS. Al-Ma’idah [5]: 50).

Wallahualam bissawab.