HUKUM  

Diduga Gelapkan ADD Senilai Rp 1,4 Miliar, Datok Penghulu Lubuk Damar Dibidik Kejaksaan

Kasipidsus Kejari Aceh Tamiang Reza Rahim

FORUM ACEH |  Diduga menggelapkan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) selama empat tahun, senilai Rp 1,4 Miliar, Datok Penghulu Lubuk Damar, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Nurdin, bakal dibidik (diproses) pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. 

“Anggaran ADD selama empat tahun senilai Rp 1,4 Milir yang diduga digelapkan oleh Datok Penghulu Lubuk Damar, Muhammad Nurdin itu terjadi pada tahun 2017 senilai Rp 272 Juta, pada tahun 2018 senilai Rp 213 juta, pada tahun 2019 senilai Rp 373 juta, dan pada tahun 2020 senilai Rp 608 Juta,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Aceh Tamiang, Reza Rahim, SH (foto-red) kepada Forum Keadilan, diruang kerjanya, Kamis (26/8/2021).

Reza menambahkan, dugaan penggelapan ADD selama empat tahun yang dilakukan oleh Datok Pemghulu Lubuk Damar itu, proses penyelidikannya dalam waktu dekat ini akan dilakukan oleh pihaknya. 

“Kasus dugaan penggelapan ADD itu telah dilaporkan oleh Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang kepada kami. secara struktural akan kita minta keterangan terlebih dahulu terhadap pihak pelapor, kemudian, baru melakukan penyelidikan terhadap Datok tersebut,” terang Reza. 

Dari laporan yang diterima, lanjut Reza, ADD yang diterima oleh Kampung Lubuk Damar dari tahun 2017 hingga tahun 2020, yang diduga telah digelapkan oleh Datok Penghulu itu, hingg saat ini penggunaannya tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh sang Datok, sehingga pihak Inspektorat melaporkan dugaan penggelapan ADD itu kepihak Kejari setempat. 

“Yang jelas, dari laporan yang kami terima, Datok itu telah menarik uang, namun Surat Perintah Jalan (SPJ) tidak ada. Termasuk kegiatan Fisik tidak dikerjakan, namun uang ditarik oleh Datok tersebut hingga totalnya mencapai Rp 1,4 Miliar. Karena tidak bisa dipertanggung jawabkan dalam pengggunaannya, makanya dugaan penggelapan ADD itu dilaporkan oleh Inspektorat kepada kami,” ungkap Reza mengakhiri. (Sutrisno).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *