Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan Indonesia akan terus mendukung program Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Dia turut mengajak dunia internasional untuk membantu UNRWA. Retno juga menyampaikan keprihatinan atas sikap dunia internasional yang seakan menganggap nasib pengungsi Palestina sebagai sesuatu yang normal. Atas dasar itu, Retno mengajak dunia internasional untuk bekerja sama membantu UNRWA.
Menurut dia, ada dua hal yang dapat dilakukan untuk membantu UNRWA. Pertama, mengatasi kendala keuangan UNRWA. Kedua, memastikan bahwa UNRWA melaksanakan tugasnya dengan baik. Saat ini UNRWA, yang menaungi sekitar 5 juta pengungsi Palestina, tengah menghadapi masalah keuangan. Awal tahun ini, UNRWA mengungkapkan, mereka membutuhkan dana 1,6 miliar dolar AS. Uang itu diperlukan untuk mempertahankan layanan-layanan vital bagi jutaan pengungsi Palestina tahun ini. Mereka berharap komunitas internasional dapat memberikan kontribusi. Salah satu adalah pandemi Covid-19 terus menimbulkan risiko kesehatan yang serius dan memperburuk kesulitan ekonomi di seluruh wilayah. Dan UNRWA adalah satu-satunya sumber kehidupan mereka yang tersisa. Republika.co.id (Jumat 23 Sep 2022).
UNRWA adalah Badan dibawah PBB yang khusus membantu pengungsi Palestina. Badan ini memberikan pengurusan terhadap pengungsi Palestina di berbagai dunia. Pelayanan yang diberikan oleh UNRWA mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan lain-lain. Amerika Serikat merupakan penyokong dana terbesar untuk membantu palestina, tercatat 30% pendanaan UNRWA berasal dari Amerika Serikat. Namun pada saat yang sama, Amerika Serikat membantu Israel dengan bantuan militer yang melimpah. Padahal, adanya penambahan jumlah pengungsi makin banyak di Palestina disebabkan serangan Israel yang terus-menerus. Maka, kehadiran UNWRA sama saja tidak akan membuat pengungsi merasakan kelayakan hidup yang selayaknya jika akar masalahnya tidak diselesaikan.

UNRWA bukanlah solusi yang tepat atas konflik yang terjadi di Palestina. Dunia lupa dan menutup mata terhadap penyebab mengapa konflik tersebut bisa terjadi. Seharusnya kaum muslimin paham apa penyebab kenestapaan Palestina bisa terjadi, agar kaum muslimin tidak salah memberikan dukungan. Yang menjadi persoalan besar adalah adanya pendudukan Israel yang hingga kini terus berlangsung atas Palestina. Dan kependudukan ini didukung langsung oleh Dunia Internasional seperti Prancis, Inggris dan Amerika Serikat. Dalam perjanjian Belfour (1917) adanya upaya penyerahan Palestina pada entitas Yahudi disahkan. Solusi 2 Negara atas pembagian Palestina yang terjadi pada pasca Perang Dunia II membuat sebagian wilayah Palestina diberikan kepada Yahudi yang kemudian di deklarasikan menjadi “Negara Israel” pada tahun 1948.
Bahkan Amerika Serikat adalah pemasok senjata terbesar bagi Israel. Dan itu dilakukan demi mengamankan terjaminnya kepentingan Amerika Serikat terhadap Timur Tengah. Di saat yang sama, donator terbesar UNRWA adalah Amerika Serikat yang sejatinya hanyalah pengelabuan untuk menjaga kepentingannya. Jika memang AS dengan benar untuk menghentikan persoalan, seharusnya menghentikan bantuan milliter pada Israel dan membantu Palestina untuk mengusir Israel dari tanah Palestina.
Sementara itu, saat saudaranya didzalimi negeri-negeri muslim tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan, demi kepentingan politik Negara banyak yang justru bersekutu dengan Negara kafir. Terlihat pengungsi Palestina dan muslim Rohingnya, Uighur di deportasi dari Lebanon, Mesir, Malaysia, dan Turki. Ketidak acuhan negeri-negeri muslim terhadap nasib para pengungsi sungguh sangat menyedihkan. Padahal merupakan kewajiban kaum muslimin seluruhnya untuk mengurusi saudaranya sendiri. Membantu untuk memenuhi kebutuhan warga Palestina bukan hanya berhenti disitu saja. Lebih dari itu, pangkal persoalan yang seharusnya dihentikan adalah kaum muslimin harus berupaya menghentikan penyerangan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
Selain itu, memberikan bantuan militer dan persenjataan yang besar untuk menghadap Israel dari negeri-negeri muslim untuk Palestina. Namun, bantuan militer tidak akan mungkin dilakukan negeri-negeri muslim saat ini yang para pemimpinnya menjadi antek barat. Maka dari itu, berjuang bersama-sama untuk menerapkan syariat Islam dalam Naungan Daulah Islam adalah suatu keharusan dan penting adanya. Pemimpin yang tegas dan dan bebas dari para setir barat dapat tercipta. Dengan Daulah Islam, bumi Palestina dan para pengungsi bisa kembali lagi ketanah yang menjadi hak milik meraka dengan aman atas pembebasan yang dilakukan khalifah. Wallahu’alam Bissawab









