Dua Preman ‘Bayaran’ Dir Sinso Pohon Kueni Menur Hingga Terpotong-potong

Sinso

FORUM HAMPARAN PERAK | Awalnya bak dewa penolong turun dari langit. Namun terakhir malah menjerat leher sendiri. Itulah pil pahit yang diterima Muliono alias Menur (50). Warga Gang Kapas 3 Dusun 7, Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak ini diduga terlilit hutang lintah darat (rentenir), Jumat (5/11/2021).

“Koq kami dipaksa keluar dari rumah dan seenaknya saja mereka menebang pohon kueni depan rumah. Saya nggak tahu menahu persoalan hutang piutang tersebut. Jadi sampai mati pun tetap kupertahankan rumah ini,” ucap Bu Surgiwati (47) kepada wartawan.

Awalnya karena ada usaha jual beli sepeda motor, lantas Menur meminjam uang Rp 15 juta dengan jaminan surat tanah dari Dir. Janji 3 bulan uang pinjaman bakal dikembalikan oleh Menur tapi upaya itu gagal.

Dengan bujuk rayu utang lama dapat dicicil, pinjaman kembali ditambah lagi oleh Dir. Sebanyak Rp 50 juta kembali diberikan oleh Dir kepada Menur.

Utang lama belum dikembalikan, pinjaman ditambah lagi senilai Rp 130 juta hingga jumlah keseluruhan utang terakhir menjadi Rp 195 juta.

Dari yang semula cerita cicil menyicil kini berubah drastis. Dan gawatnya lagi Menur bersama keluarganya dipaksa Dir untuk angkat kaki dari rumahnya.

Beberapa waktu kemudian diduga Dir mengutus 2 preman bayaran dan menebang pohon kueni di halaman rumah Menur dengan cara disinso hingga terpotong-potong.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *