Berbeda dengan sistem poltik Islam. Sistem politik Islam yang bukan hanya membahas sebatas kekuasaan tetapi sistem politik Islam adalah ri’yah su’unil ummah, yaitu mengurusi urusan ummat. Salah satu aktivitasnya adalah meluruskan penguasa zalim, mengoreksi kebijakan yang bertentangan dengan Islam dan menasehati penguasa. Dan aktivitas politik dapat terwujud dalam dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.
Dalam politik Islam dapat tempat dan kedudukan yang hukumnya bisa menjadi wajib karena mengurus dan memelihara urusan kaum muslimin dan merupakan bagian dari syariat Islam. Dan bentuk pentingnya politik dalam Islam dapat terlihat dari perkataan Imam Al-Ghazali yakni: “ Kekuasaan dan agama adalah saudara kembar yang tidak dapat dipisahkan”.
Sejak turunnya Islam, kaum muslimin sudah berpolitik, yakni menghukumi persoalan dengan syariat Islam. Ikut dalam urusan Negara yakni dengan berjihad, mengirim urusan kepada penguasa non Islam, serta mendirikan Negara. Dan Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, serta pemimpin Islam terdahulu merupakan contoh politisi dan negarawan terbaik. Meraih kekuasaan setinggi-tingginya bukanlah orientasi politik Islam.
Kekuasaan hanyalah sebagai jalan untuk menegakkan hukum Allah Swt. Menerapkan syariat Islam sebagai solusi fundamental bagi seluruh manusia adalah tujuan politik dalam Islam. Dan politik Islam harus diperjuangkan oleh ummat. Pemimpin dalam Islam adalah pemimpin yang mereka bukan hanya sekedar basa-basi kampanye dan sumpah jabatan.
Namun terbukti dalam langkah nyaa dalam proses jabatannya. Dan tidak beda yang disampaikan dikampanye dan sumpah jabatan. Itu semua karena pejabat dalam Daulah Islamiyah memegang teguh syariat Islam. Pejabat dalam Islam yakin atas kebijakan yang diambil akan dimintai pertanggung jawaban kelak diakhirat. Kekuatan iman ini yang menjadi pegangan pertama sehingga tidak mau dan tidak tertarik melakukan kemaksiatan walau dengan iming-imimg yang menggiurkan.
Dan pemimpin pada Daulah Islamiyah memiliki komitmen untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. ini merupakan hal penting yang menjaddi focus tugas Daulah dan pemimpin agar terjamin kebutuhan seluruh masyarakat, sehingga tidak ada lagi kemiskinan diseluruh wilayah Daulah Islamiyah. Dan itulah tugas Negara sebagai pelayan rakyatnya. Maka hanya dengan sistem poltik Islamlah lahir pemimpin yang benar-benar mengurusi urusan rakyatnya. (*****)









