Sebelumnya, Ketua PW Al Washliyah Sumut Dr H Dedi Iskandar Batubara saat Rakor menyampaikan, rakor ini merupakan amanat dari AD/ART yang dilakukan untuk mengambil keputusan-keputusan strategis. Sebelumnya, PW Al Washliyah Sumut sudah melakukan rakor bidang pendidikan dan ekonomi.
“Kali ini kita melaksanakan rakor siasah menyangkut kepentingan umat, hajat hidup orang banyak, bangsa dan negara. Untuk itu, rakor ini hendaknya bisa mengambil keputusan strategis tidak saja bagi Al Washliyah, tapi juga untuk kepentingan umat,” ujar anggota DPD RI tersebut.
Melalui kesempatan itu, Dedi berharap, rakor bisa menyelesaikan struktur organisasi sampai ke tingkat ranting. Hal ini sebenarnya sudah menjadi kewajiban pengurus untuk menyempurnakan struktur organisasi sampai ke tingkat akar rumput. “Tapi akan kita perkuat dalam rakor ini,” tegas Dedi.
Kemudian Dedi juga menegaskan, semua pengurus, ketua lembaga dan kader yang akan ikut kontestasi pemilu maupun pilkada harus diputuskan di rakor ini. Semua kader juga harus mendukung siapapun calon dari Al Washliyah.
“Rumah besar Al Washliyah diisi banyak partai politik dan semua kader yang memiliki peluang untuk maju sebagai calon legislatif maupun eksekutif harus kita tempatkan di tempat yang sesuai. Kita semua harus mendorong agar kader-kader Al Washliyah bisa menduduki jabatan-jabatan strategis, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tegas Dedi lagi.

Kalaupun ada kader yang maju dari lima partai politik, harus diupayakan bagaimana siasat dan bantuan yang harus kita lakukan agar kelimanya bisa menduduki kursi legislatif. “Bantuan yang harus diberikan kepada kader yang maju juga harus sama, tidak boleh berbeda-beda,” ujarnya.
Dedi juga menekankan, agar kader yang menjadi prioritas untuk didukung adalah kader-kader yang memiliki loyalitas kepada organisasi, terutama kader yang sudah lama berjuang untuk membersarkan Al Washliyah.
“Jangan karena banyak uang, kemudian memberikan fasilitas, padahal yang bersangkutan baru saja masuk organisasi. Yang seperti ini tidak akan mendapat tempat di Al Washliyah. Lebih baik kita mendorong dan mendukung kader yang tidak memiliki apa-apa, tapi perjuangannya untuk Al Washliyah sudah diakui,” ujar Dedi.
Intinya, Dedi berharap rakor bisa menjadi pedoman bagi Al Washliyah menghadapi tahun politik 2024.
Untuk itu, empat hal yang harus menjadi priotitas bahasan dalam rakor ini yaitu pertama bagaimana Al Washliyah bisa menempatkan kader sebanyak-banyaknya di DPRD tingkat Kabupaten/Kota dan provinsi serta DPR RI.
Kemudian memberikan otoritas penuh kepada pengurus daerah untuk menentukan kadernya yang akan maju di Pemilu dan pengurus wilayah tidak akan melakukan intervensi. (zas)







